Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
16 Mayat Ditemukan di Lokasi Kecelakaan Pesawat Yeti Airlines
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya 16 mayat ditemukan dari lokasi kecelakaan pesawat milik maskapai Yeti Airlines di Pokhara, Nepal pada Minggu (15/1). Informasi itu disampaikan oleh seorang juru bicara militer Nepal Krishna Bhandari.
Mengutip Reuters, ia mengatakan saat ini ratusan petugas penyelamat masih menyisir lokasi kecelakaan untuk mencari korban lainnya.
Ia menambahkan kemungkinan jumlah korban kecelakaan itu akan bertambah. Pasalnya, badan pesawat hancur berkeping-keping.
"Kami karena itu berharap dapat menemukan lebih banyak mayat," kata Krishna.
Sebuah pesawat ATR 72 bermesin ganda yang membawa 72 penumpang milik Yeti Airlines jatuh di Nepal pada Minggu (15/1) siang.
Informasi itu disampaikan oleh Juru Bicara Yeti Airlnes Sudarshan Bartaula.
"Ada 68 penumpang di dalamnya dan empat anggota awak dalam pesawat yang jatuh itu. Penyelamatan sedang dilakukan, kami tidak tahu sekarang apakah ada yang selamat atau tidak," katanya seperti dikutip dari AFP, Minggu (15/1).
Sementara itu pejabat setempat bernama Gurudutta Dhakal menjelaskan pesawat itu jatuh di antara bandara Pokhara Lama dan Baru di Nepal tengah.
Ia menambahkan puing pesawat itu terbakar dan petugas penyelamat berusaha memadamkan apinya.
"Responder sudah sampai di sana dan berusaha memadamkan api. Semua instansi sekarang fokus memadamkan api terlebih dahulu dan menyelamatkan penumpang," kata Dhakal.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1935 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun