Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Iran Ancam Balas Uni Eropa Jika Tetapkan IRGC Sebagai Teroris
BERITABALI.COM, DUNIA.
Garda Revolusi Iran (Iran's Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengancam bakal memberikan 'balasan' apabila Uni Eropa membuat 'kesalahan' dengan menetapkan mereka sebagai kelompok teroris.
"Jika Eropa membuat kesalahan, mereka harus menerima konsekuensinya," kata kepala IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami seperti dikutip Sepah News.
Salami berkata demikian usai anggota parlemen Eropa mendesak Uni Eropa memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris karena melakukan penindasan terhadap pengunjuk rasa dan memasok drone ke Rusia.
Menteri Luar Negeri Uni Eropa pun mengatakan bakal membahas tambahan sanksi terhadap Iran pekan depan.
Soal ini, Salami mengatakan Uni Eropa "merasa bahwa dengan pernyataan semacam itu bisa mengguncang pasukan besar (IRGC) ini."
Padahal, IRGC tak pernah khawatir mengenai hal itu dan bahkan bisa "bertindak lebih kuat" jika Uni Eropa memancing.
"Kami tidak pernah cemas soal ancaman semacam itu atau bahkan bisa menindaknya karena sebanyak musuh kami memberi kesempatan untuk kami bertindak, kami bisa bertindak lebih kuat," ujarnya.
Mantan komandan Angkatan Udara IRGC sekaligus juru bicara parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga menyampaikan hal serupa.
Ghalibaf mengatakan parlemen siap menindak tegas "tindakan apapun yang merugikan Garda Revolusi Iran dan merusak kebenaran."
"Kami di parlemen siap untuk menangani dengan tegas setiap tindakan yang mencoba untuk merugikan Korps Pengawal Revolusi Islam dan mendistorsi kebenaran," kata Ghalibaf seperti dikutip AFP.
Pada Rabu (18/1), Parlemen Eropa meminta Uni Eropa memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris.
Hal itu terungkap dalam sebuah teks tersebar yang menunjukkan bahwa mayoritas anggota parlemen mendukung langkah tersebut.
Anggota parlemen Un Eropa mendesak hal tersebut karena menilai IRGC melakukan serangkaian aksi teroris, termasuk menindas pengunjuk rasa kematian Mahsa Amini. IRGC juga dikecam karena telah memasok drone ke Rusia.
Hubungan antara negara-negara anggota Uni Eropa dan Teheran sendiri memang panas dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu lantaran terhentinya upaya mereka berdialog soal nuklir.
Teheran selama ini juga membuat panas karena menahan beberapa warga negara Eropa. Iran pun tak henti-henti melakukan tindakan kekerasan terhadap para demonstran di negara itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan