Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Australia Geger Kapsul Radioaktif Hilang, Picu Peringatan Radiasi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Australia geger karena satu kapsul radioaktif hilang, memicu peringatan radiasi di sejumlah kawasan di Negeri Kanguru. Diberitakan Reuters, kapsul radioaktif kecil itu hilang di sepanjang jalan raya gurun Australia sejak Jumat (27/1).
Karena pencarian masih buntu, Australia mengerahkan personel tambahan dan peralatan deteksi khusus untuk mencari kapsul radioaktif kecil pada Selasa (31/1).
Badan keselamatan nuklir negara itu sampai turut diterjunkan. Mereka melakukan pencarian di sekitar lokasi tempat kapsul itu diduga jatuh.
Kapsul radioaktif diduga jatuh dari sebuah road train, semacam truk trailer panjang, yang melakukan perjalanan sejauh 1.400 kilometer dari tambang Rio Gudai-Darri di wilayah Kimberley, Australia Barat.
Departemen Pemadam Kebakaran dan Layanan Darurat menyatakan pencarian kapsul bakal memakan waktu lima hari untuk menelusuri kembali rute kendaraan. Hingga Selasa, baru 600 kilometer jalan yang sudah ditelusuri.
"Pengiriman pasukan tambahan hari ini akan meningkatkan upaya pencarian kami dan melengkapi peralatan yang telah kami gunakan sejak pencarian dimulai Kamis lalu," kata pengawas dari departemen pemadam, Darryl Ray.
"Peralatan tersebut dapat mendeteksi radiasi yang dipancarkan oleh kapsul yang hilang dan saat ini alat tersebut digunakan di sekitar wilayah metropolitan dan pinggiran Kota Perth."
Kapsul perak berdiameter 6 mm dan sepanjang 8 mm ini mengandung Caesium-137 yang memancarkan radiasi setara dengan 10 sinar X per jam.
Benda itu merupakan bagian dari alat untuk mengukur kepadatan umpan bijih besi yang hendak dipindahkan oleh kontraktor spesialis.
Pihak berwenang menduga getaran dari road train menyebabkan sekrup dan baut dari alat pengukur lepas hingga membuat kapsul jatuh.
Otoritas Australia sampai-sampai memperingati warga untuk menjauh setidaknya lima meter jika melihat kapsul tersebut. Jika terpapar, seseorang akan menderita luka bakar radiasi atau penyakit akibat radiasi lainnya.
Kendati demikian, mengemudi di sekitar kapsul itu masih memiliki risiko yang relatif lebih rendah ketimbang terkena langsung.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4481 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2296 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1864 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun