Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




95 Anjing dan Kucing di Gianyar Divaksin Rabies

World Rabies Day 2026

Jumat, 25 September 2026, 14:37 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/95 Anjing dan Kucing di Gianyar Divaksin Rabies.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Upaya pencegahan dan penanggulangan rabies di Bali terus dilakukan hingga tingkat desa dan banjar. Memperingati World Rabies Day (WRD) 2026, pelayanan kesehatan hewan terpadu digelar di Balai Banjar Pagutan Kelod, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menyasar anjing dan kucing lokal. Pelayanan ini merupakan kolaborasi UPTD Puskeswan III Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Gianyar, dan Elmo Vet Care, dengan dukungan Pemerintah Desa Batubulan serta partisipasi warga. Berdasarkan rekapitulasi di lapangan, sebanyak 153 layanan kesehatan hewan diberikan dalam kegiatan tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 95 ekor hewan mendapatkan vaksinasi rabies, terdiri dari 87 anjing dan delapan kucing. Sementara 58 ekor hewan menjalani sterilisasi, terdiri dari 53 anjing dan lima kucing.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, menilai pelayanan berbasis banjar menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas edukasi dan pencegahan rabies secara langsung kepada masyarakat.

“Pencegahan rabies harus dilakukan bersama dan berkelanjutan. Jangan menunggu sampai terjadi kasus baru kita bergerak. Hewan perlu dirawat, divaksinasi, diawasi, dan tidak dibiarkan berkeliaran tanpa kontrol. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan rabies,” tegasnya.

Anggota DPRD Provinsi Bali Komisi IV, Putu Diah Pradnya Maharani, mengatakan penanganan rabies berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.

“Mari menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab—anjing dan kucing harus dirawat, divaksinasi, dan diawasi. Edukasi seperti ini harus terus dilakukan sampai ke tingkat desa dan banjar,” ujarnya.

Perbekel Desa Batubulan, Dewa Gede Sumertha, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan di Balai Banjar Pagutan Kelod. Ia juga mengimbau masyarakat agar aktif dalam upaya pencegahan rabies.

“Pencegahan rabies dimulai dari kesadaran keluarga dan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga hewan peliharaan. Jika terjadi gigitan atau ada hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” pesannya.

Kepala UPTD Puskeswan III sekaligus Koordinator HUMAS & KIE WRD Provinsi Bali 2026, Drh. I Nyoman Arya Dharma, menilai capaian 95 vaksinasi dan 58 sterilisasi di Pagutan Kelod menjadi bentuk nyata pelaksanaan semangat World Rabies Day di lapangan.

“WRD jangan berhenti sebagai peringatan satu hari, tetapi harus menjadi momentum membangun kesadaran dan menggerakkan masyarakat secara berkesinambungan. KIE harus menjawab kebutuhan masyarakat: bagaimana mencegah gigitan, bagaimana bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi pajanan,” pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami