Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Tersengat Listrik, Pekerja Bangunan di Karangasem Meregang Nyawa
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang pekerja bangunan Muhamad Sofyan (28) asal Bondowoso, Jawa Timur meregang nyawa setelah terkena sengatan listrik saat hendak melakukan pengelasan di tempatnya bekerja di jalan Gatot Subroto, Lingkungan Celuk Negara, Karangasem.
Kepala Lingkungan Celuk Negara, I Komang Adi Suprapta, Kamis (16/2/2023) membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (15/2/2023) sekitar pukul 15.30 WITA.
"Infonya korban akan mengelas besi rangka untuk beton, korban memasukkan cuk adapter alat las ke setop kontak, kemudian korban menghidupkan saklar pada adaptor sambil memegang stik las, saat menghidupkan saklar, korban katanya sempat teriak terkena setrum," ujar Suprapta.
Saat itu juga, kakaknya Ahmad Sulaiman yang juga ikut bekerja langsung melompat dan mencabut setop kontak. Saat dicabut, korban masih bisa diajak berkomunikasi.
Sedangkan kakaknya dan satu rekannya lagi langsung membawa korban ke halaman belakang yang lebih luas, hanya saja saat hendak diberikan air minum, korban mengalami kejang-kejang dan langsung dibawa ke Rumah Sakit dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri.
Setibanya di rumah sakit, korban langsung ditangani oleh pihak medis. Namun sayangnya setelah diperiksa, tim medis mengatakan korban sudah meninggal dunia.
"Info terakhir, jenazah korban sudah diberangkatkan ke kampung halamannya kemarin malam sekitar pukul 20.00 WITA," terang Suprapta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang