Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Tokoh Masyarakat di Karangasem Mulai Protes Kenaikan Tarif PDAM, Buat Surat ke Jokowi
beritabali/ist/Tokoh Masyarakat di Karangasem Mulai Protes Kenaikan Tarif PDAM, Buat Surat ke Jokowi.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tokoh masyarakat di Kabupaten Karangasem mulai angkat bicara menyikapi soal penyesuaian tarif yang dilakukan oleh Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem sejak awal tahun 2023 ini.
Salah satu tokoh masyarakat di Karangasem asal Desa Menanga, I Ketut Wijaya Mataram yang juga sebagai pelanggan PDAM Karangasem memandang kenaikan tarif yang diterapkan sangat ektrem.
"Masalah mau naik tarif pasti publik maklum, tapi jika kenaikan sampai begitu ekstrem tentu kami protes berat, karena jelas warga sangat keberatan dan sangat terbebani dengan kenaikan tarif ektrem yang berlaku prematur tahun 2023 itu," jelas pria yang akrab disapa Vijay tersebut, Jumat (24/2/2023).
Dikatakan prematur, menurut Vijay karena sebagai pelanggan ia tidak pernah mendapatkan pemberitahuan resmi tertulis atas rencana pemberlakuan tarif baru tersebut. Bahkan, protes juga ia sampaikan melalui surat terbuka sebagai pelanggan atas kenaikan tarif PDAM yang berlaku mulai Januari 2023 ini.
"Saya juga buat surat terbuka kepada Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, saya tembuskan juga ke Ketua DPRD Karangasem, Bupati dan Presiden Joko Widodo," terangnya.
Dalam surat tersebut, Vijah juga mempertanyakan kajian menaikkan tarif dengan persentase yang cukup tinggi, tidak ada sosialisasi tertulis kepada pelanggan.
Ia juga menilai, PDAM tidak peka terhadap semangat percepatan pemulihan ekonomi warga karangasem pasca pandemi covid-19 serta dampak kenaikan tarif terhadap inflasi.
"Semoga kenaikan tarif ini berkenan untuk dikaji kembali," harap Wijaya Mataram.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun