Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Geger Persembahan Manusia di Kuil India, Lima Orang Ditangkap
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepolisian India menangkap lima orang tersangka pelaku ritual persembahan manusia di kuil Guwahati yang sempat menggegerkan negara itu tiga tahun lalu.
Komisioner kepolisian daerah Guwahati, Diganta Barah, mengatakan kelima orang itu terlibat dalam pembunuhan terhadap perempuan yang menjadi persembahan, Shanti Shaw.
"Kelima orang itu merencanakan pembunuhan perempuan tersebut. Total 12 orang ikut ambil bagian," ujar Barah pada Selasa (4/4), seperti dikutip AFP.
Kelima orang itu dibekuk di hari yang berbeda-beda antara 25 Maret dan 1 April. Kini, polisi juga masih memburu tujuh tersangka lainnya.
Barah mengungkap bahwa pemimpin kelompok itu, Pradeep Pathak, merupakan otak dari pembunuhan itu. Pathak menganggap pembunuhan itu sebagai ritual untuk memperingati kematian saudaranya.
"Tersangka tampaknya meyakini pengorbanan dapat menenangkan jiwa yang meninggal," ucap Barah.
Para tersangka menjalankan aksinya pada 2019 lalu. Saat itu, mereka memenggal kepala Shaw menggunakan parang setelah korban berkunjung ke kuil di Guwahati.
Saat itu, polisi menemukan tubuh Shaw di lokasi. Namun, proses identifikasi tubuh itu baru rampung pada Januari lalu.
Kepolisian pun baru mulai menyelidiki lebih dalam kasus tersebut. Mereka memburu pelaku yang akhirnya mengerucut ke 12 orang.
Ritual persembahan manusia seperti ini bukan hal asing di India. Biro Rekam Kejahatan Nasional India melaporkan 103 kasus persembahan manusia di negara itu dalam periode 2014 hingga 2021.
Prosesi itu biasanya digelar untuk menyenangkan para dewa. Ritual semacam ini kerap ditemukan di daerah terpencil, di mana kepercayaan terhadap sihir dan okultisme sangat kuat.
Tahun lalu, dua orang ditahan atas tuduhan membunuh seorang anak berusia enam tahun di New Delhi.
Kedua tersangka mengatakan kepada kepolisian bahwa mereka membunuh anak itu sebagai persembahan bagi Dewa Siwa. Mereka memberikan persembahan agar bisa menjadi kaya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun