Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Target Loss, Ketua DPRD Meminta Pemkab Gianyar Genjot Pajak Non-Pariwisata
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Realisasi penerimaan pendapatan pemerintah Gianyar tidak sesuai target. DPRD Gianyar meminta pemerintah Gianyar berinovasi dalam menggali potensi pendapatan. Tujuannya untuk mengerek pemasukan daerah demi kepentingan pembangunan.
Hal itu dikatakan oleh Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta. Politis asal Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring itu menyatakan dari APBD 2022, pendapatan daerah belum sesuai target.
Terealisasi sebesar 85,96 persen atau Rp 2,144 triliun lebih dari target yang ditetapkan sebesar 2,46 triliun rupiah lebih. Realisasi PAD sebesar 71,99 persen atau Rp 857,5 miliar rupiah lebih dari target yang ditetapkan sebesar 1,2 triliun rupiah lebih.
“Kami meminta pemerintah daerah hendaknya melakukan inovasi dalam menggali potensi yang dimiliki di luar sektor pariwisata sebagai bentuk antisipasi, dimana PAD yang sangat mengandalkan kontribusi sektor pariwisata akan sangat berpengaruh apabila terjadi isu yang menyebabkan turunnya tingkat kunjungan wisatawan,” ujar Tagel.
Baca juga:
DPRD Gianyar Ingin Bali ">PPKM Hanya Kamuflase, Ketua DPRD Gianyar Ingin Bali "Lockdown" 14 Hari
Pihaknya juga meminta pemerintah mengintensifkan pemungutan pajak retribusi daerah terutama yang mempunyai potensi tinggi baik pendataan secara berkala terkait objek pajak maupun retribusi. “Dengan demikian potensi pajak yang dimiliki dapat dioptimalkan pemungutannya,” jelas dia.
Dikatakannya lagi, target belanja daerah tahun 2022 sebesar Rp 2,5 triliun, terealisasi Rp 1,1 triliun lebih atau sebesar 85,3 persen.
Terkait hal tersebut, DPRD Gianyar menyampaikan catatan agar Pemkab Gianyar lebih mengedepankan hal-hal yang menyentuh kepentingan masyarakat, baik melalui belanja operasional, belanja modal, maupun belanja tak terduga.
Tagel Winarta menambahkan, tahun 2022 penerimaan pembiayaan daerah terealisasi 100 persen sesuai rencana yaitu mendekati Rp 120 miliar dan pengeluaran pembiayaan daerah terealisasi 100 persen sesuai dengan rencana Rp 80,3 miliar.
“Hal tersebut perlu mendapat perhatian yaitu pengelolaan defisit anggaran pada tahun-tahun mendatang mesti dikendalikan secara ketat karena sisa lebih anggaran tahun yang lalu jumlahnya akan semakin kecil,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7159 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5618 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3522 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2378 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan