Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Seniman Patung Wayan Pugeg Terima Lencana Emas dan Uang Puluhan Juta
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seniman asal Singapadu, Kecamatan Sukawati, I Wayan Pugeg, yang berkiprah puluhan tahun, menerima penghargaan. Saat resepsi HUT Kota Gianyar Pugeg menerima penghargaan seni Parama Satya Budaya.
Pugeg diberikan piagam penghargaan, lencana emas senilai 10 juta rupiah dan uang tunai sebesar 75 juta rupiah. Wayan Pugeg sendiri merupakan seorang seniman multi talenta asal Desa Singapadu Sukawati.
Selain mampu menghasilkan karya-karya seni khusunya patung yang berkualitas tinggi penuh inovasi, dirinya juga lihai dalam seni pertunjukan dan pembuat sarana upakara yang handal.
Diwawancara seusai menerima penghargaan, Wayan Pugeg berharap para generasinya baik anak maupun cucunya mampu meneruskan kiprahnya di bidang seni patung. “Agar dilanjutkan oleh generasi muda,” harapnya.
Dikatakannya bahwa kegiatan mematung atau yang lainnya ia laksanakan untuk memenuhi kebutuhan anaknya. “Saya tidak punya sawah untuk digarap, jadi mematung menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Baca juga:
"Kedaut", Keterpikatan Bawah Sadar Seniman Ngurah Paramartha
Segudang karya dibuat oleh Pugeg selama hidup. Patung yang dibuat berbahan kayu, tulang dan bahan lainnya.
Bahkan, Pugeg ikut ngayah menjadi arsitek di Pura Pengukur-ukuran Gianyar. Saat karya Eka Dasa Rudra, Pugeg ikut membuat bangunan di jaba pura.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4351 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2033 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1897 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1568 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1398 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan