Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
AS Tutup Kedubes di Sudan Imbas Perang, Evakuasi Staf Kedutaan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat menutup sementara kedutaan besar di Khartoum, Sudan, menyusul perang saudara yang makin membara di ibu kota dan telah memasuki pekan kedua.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan operasional kedubes di Khartoum dihentikan sementara. Ia juga mengatakan proses evakuasi staf dan diplomat telah berjalan dengan aman.
"Kami akan melanjutkan misi mendampingi warga AS dan memastikan keamanan mereka dengan terus memberikan perkembangan rutin terhadap warga AS di wilayah ini (khartoum)," kata Blinken melalui pernyataan pada Sabtu (22/4) malam waktu AS seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengatakan telah memerintahkan militer untuk mengevakuasi diplomat dan staf kedutaan di Khartoum.
"Hari ini, atas perintah saya, militer Amerika Serikat melakukan operasi untuk mengeluarkan personel Pemerintah AS dari Khartoum," kata Biden dalam pernyataan yang dirilis Sabtu malam, waktu Washington.
Biden juga mengucapkan terima kasih atas "keterampilan tak tertandingi dari anggota personel kami yang berhasil menyelamatkan mereka."
Biden menuturkan Djibouti, Ethiopia, hingga Arab Saudi telah membantu operasi evakuasi tersebut.
Lebih dari 400 orang tewas dan 3.500 lainnya terluka akibat perang saudara yang masih berlangsung di Ibu Kota Khartoum, Sudan, per Jumat (21/4).
Meski sempat sepakat gencatan senjata selama Idulfitri 2023 kemarin, paramiliter Rapid Support Force (RSF) dan militer Sudan tetap bertempur.
"Empat ratus tiga belas orang tewas dan 3.551 orang terluka, itu yang kami ketahui," kata juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Margaret Harris kepada wartawan pada konferensi pers di Jenewa.
Badan PBB untuk urusan anak-anak, UNICEF, menambahkan setidaknya sembilan anak termasuk di antara yang tewas dan lebih dari 50 anak-anak terluka.
Mengutip angka kementerian kesehatan Sudan, Harris mengatakan 20 fasilitas kesehatan telah berhenti berfungsi dan 12 lainnya berisiko berhenti.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan