Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Jepang Beri Hukuman Baru ke Rusia, Bikin Putin 'Kelaparan'
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hujan sanksi untuk Rusia atas serangannya ke Ukraina belum berakhir. Raksasa Asia, Jepang, kembali menjatuhkan hukuman kepada Negeri Beruang Merah dengan menargetkan militernya serta sektor konstruksi dan teknik.
Embargo terbaru oleh Tokyo menyusul seruan KTT Kelompok Tujuh (G7) yang diselenggarakan Jepang pada pekan lalu, di mana para pemimpin blok itu setuju untuk "melaparkan Rusia dari teknologi G7, peralatan industri, dan layanan yang mendukung mesin perangnya".
Sanksi baru Jepang termasuk "pembekuan aset individu dan kelompok Rusia, larangan ekspor barang ke organisasi terkait militer Rusia, dan larangan ekspor layanan konstruksi dan teknik ke Rusia," kata juru bicara pemerintah Hirokazu Matsuno seperti dikutip AFP, Jumat (26/5/2023).
Pembekuan aset menargetkan 17 individu dan 78 kelompok, termasuk pejabat tinggi militer, serta 80 organisasi terkena pembatasan ekspor, termasuk operator ponsel Rusia MegaFon.
Adapun Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa semuanya telah mengumumkan hukuman baru terhadap Moskow baru-baru ini, serta komitmen lebih banyak bantuan militer ke Ukraina, termasuk pesawat tempur F-16.
Matsuno juga mengecam rencana pengerahan senjata nuklir taktis Rusia ke Belarusia. Matsuno mengatakan ini akan "semakin meningkatkan tensi".
"Sebagai satu-satunya negara yang menderita bom atom selama masa perang, Jepang tidak pernah bisa menolerir ancaman senjata nuklir Rusia, apalagi penggunaannya."
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan bahwa senjata nuklir taktis sudah bergerak sesuai dengan perintah yang ditandatangani oleh Putin, meskipun tidak ada konfirmasi dari Kremlin sendiri.
"Pergerakan senjata nuklir telah dimulai," kata Lukashenko kepada wartawan di Moskow, di mana dia menghadiri pembicaraan dengan para pemimpin negara-negara bekas Soviet lainnya.
Ditanya apakah senjata itu sudah ada di Belarusia, dia berkata: "Mungkin. Ketika saya kembali, saya akan memeriksanya."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 847 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 775 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 751 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 392 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 380 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun