Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Hasil Survei Fixpoll: Warga Jawa Timur Lebih Memilih Prabowo Jadi Presiden
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto kembali unggul dari segi elektabilitas ketimbang calon presiden (capres) lainnya. Hal ini terungkap dalam survei terbaru yang dilakukan Lembaga Fixpoll Research and Strategic.
Fixpoll merilis hasil survei terkait pandangan warga Jawa Timur mengenai sosok kandidat calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Dari hasil survei, Prabowo memperoleh elektabilitas sebesar 35,8 persen. Sementara posisi kedua ditempati oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan perolehan 30,3 persen.
Untuk posisi ketiga ada nama Anies Baswedan dengan elektabilitas sebesar 10,5 persen. Hasil berbeda sempat muncul ketika responden ditanya "Apakah Bapak/Ibu/Saudara suka nama-nama capres 2024 berikut ini?".
Sebanyak 52,3 persen responden cenderung menyukai Ganjar, 48,5 persen memilih Prabowo dan 40,4 persen menyukai Anies.
Selain memuat elektabilitas capres, Lembaga Fixpoll juga menampilkan simulasi head to head capres jelang Pemilu 2024. Hasilnya, Prabowo tetap unggul atas Ganjar maupun Anies.
Ketua Umum Partai Gerindra itu meraup dukungan hingga 46,9 persen dan meninggalkan Ganjar dengan 27,5 persen. Bila bersanding dengan Anies, Prabowo meraih nyaris 50 persen suara masyarakat dan menang atas Anies yang keok dengan perolehan 10,2 persen.
Survei dilakukan pada 9 hingga 16 Mei 2023. Survei tersebut digelar di Jawa Timur dengan metode penarikan sampel multistage random sampling.
Batas kesalahan atau margin of error survei ini kurang lebih 3 persen. Adapun tingkat kepercayaannya mencapai 95 persen. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun