Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Aturan Larangan Pendakian Gunung akan Berdampak ke Akomodasi di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pro dan kontra tentang beredarnya larangan aktivitas pendakian gunung di Bali bagi wisatawan terus bergulir.
Meski sejauh ini belum diketahui adanya surat resmi terkait pelarangan mendaki gunung untuk wisatawan tersebut, namun berbagai pihak mulai bersuara terkait isu tersebut.
Setelah Ketua Forum Pemandu Wisata Pendakian Gunung Agung memberikan tanggapannya, kini giliran pelaku wisata ikut memberikan tanggpan hingga saran seandainya isu tersebut benar-benar akan diberlakukan kedepannya.
Seperti yang disampikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa ketika dimintai pendapatnya soal isu tersebut pada Sabtu (3/6/2023).
Menurutnya, jika isu ini benar-benar akan diberlakukan, sebelumnya perlu diperhatikan juga menyangkut ekonomi masyarakat khususya yang bergelut di bidang aktivitas pendakian seperti guide pendakian, porter dan lainnya.
Disamping itu, juga terkait tenaga kerja, SDM yang saat ini terlibat seperti guide. Dimana mereka terus dibina melalui Dinas dan kementrian terkait melalui berbagai pelatihan tentang pendaki gunung. Saat mereka sudah siap secara SDM dan bahkan sudah banyak mendapat pesanan dari wisatawan untuk aktivitas pendakian justru sekarang akan dilarang tentunya ini perlu disikapi dengan baik.
"Kami sejauh ini belum dapat penjelasan detail soal gunung mana saja yang dilindungi atau disucikan atau tidak boleh untuk melakukan pendakian. Bagi kami selaku stakeholder pariwisata di PHRI Kabupaten Karangasem, karena itu sudah kebijakan Gubernur, tentu kami tetap meberikan respons dengan beberapa catatan," kata Kariasa.
Di sisi lain, wisata pendakian juga berpengaruh secara langsung terhadap akomodasi seperti penginapan yang memang segmen marketnya untuk wisatawan yang akan mendakin Gunung Agung.
Jika ini hilang maka tentu juga akan berpengaruh terhadap akomodasi lainnya karena setelah wisatawan itu mendaki biasanya akan mengunjungi restoran atau objek wisata lain yang ada di Karangasem.
"Anggota kami yang di Selat dan Sidemen sekitarnya tentunya akan sangat terpengaruh mengingat beberapa akomodasi memang segmen marketnya untuk wisatwan yang akan mendaki Gunung," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8564 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5916 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3717 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2544 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar