Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Paus Fransiskus Dirawat di Rumah Sakit Roma, Jalani Operasi Perut
BERITABALI.COM, DUNIA.
Paus Fransiskus bakal menjalani operasi perut pada Rabu (7/6) di Rumah Sakit Rome's Gemelli di Roma, Italia. Ia akan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari untuk pemulihan.
Kantor berita Vatikan melaporkan Fransiskus bakal dioperasi, setelah tim medis memutuskan apakah dirinya perlu ditindak.
Paus Fransiskus akan menjalani operasi pada dinding perut bagian bawah, dengan anestesi umum.
Fransiskus dijadwalkan dibawa ke rumah sakit setelah pidato mingguan di Vatikan pada Rabu pagi, demikian dilaporkan Reuters.
Operasi ini dilakukan setelah sang petinggi Vatikan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Gemelli pada Selasa.
Paus Fransiskus sebelum ini sering terlihat menggunakan kursi roda karena mengidap nyeri lutut terus-menerus.
Pada Juli 2021, dia pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian usus besarnya karena kondisi yang disebut divertikulitis.
Di tahun ini, Fransiskus mengaku kondisinya itu sudah membaik.
Tahun lalu, Paus pernah mengatakan bahwa dia tidak mau melakukan operasi pada lututnya karena anestesi umum untuk operasi usus besarnya telah memberikan efek samping yang tidak menyenangkan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3900 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3004 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2064 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2033 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1818 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun