Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Penyebab Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Capai 3 Kilometer
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Antrean Panjang di Jalur Denpasar Gilimanuk, tepatnya di Kelurahan Gilimanuk menuju pelabuhan, telah terjadi sejak Senin, 26 Juni 2023, sekitar pukul 17.00 WITA.
Hal ini disebabkan oleh gelombang besar dan angin kencang di Selat Bali. Selain itu, liburan panjang Hari Raya Idul Adha juga menjadi faktor penyebab kemacetan kendaraan yang ingin masuk ke pelabuhan, hingga mencapai lebih dari 3 kilometer.
Kemacetan tersebut masih terjadi hingga saat ini, Rabu (28/6/2023), terutama pada pagi hari. Kemacetan semakin parah karena kendaraan dari arah timur (Denpasar) saling mendahului, sehingga kendaraan yang datang dari arah barat (Gilimanuk) tidak dapat melintas.
Meskipun pihak Polres Jembrana telah melakukan pengaturan lalu lintas secara maksimal, volume kendaraan dari arah timur terus bertambah.
Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana menyatakan bahwa antrean ini terjadi sejak Senin (26/6/2023) malam, karena meningkatnya volume kendaraan yang meninggalkan Bali menjelang libur Idul Adha.
Selain itu, kondisi dermaga di Ketapang dan Gilimanuk juga belum optimal karena adanya perbaikan dan faktor alam. Pada Selasa (27/6/2023) siang, terjadi pasang surut air laut yang menyebabkan kapal di dermaga LCM tidak dapat bersandar dan melakukan bongkar muat.
"Kemarin siang memang air surut cukup lama. Kemudian ada peningkatan menjelang Idul Adha, dan juga dipengaruhi dampak perbaikan 1 dermaga," terangnya.
Antrean kembali terjadi pada Selasa malam hingga Rabu pagi. Namun, upaya pemecahan arus telah dilakukan untuk mengatasi kemacetan.
"Anggota kami juga terus memantau di lapangan, terutama di ekor antrean, untuk mencegah adanya kendaraan yang mendahului. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan ASDP untuk mengoptimalkan parkir di dalam pelabuhan. Hingga saat ini, arus lalu lintas mulai kembali normal," jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun