Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Koster Tolak Pusat Soal Penambahan Pasokan Listrik di Bali: Mana Ada Gubernur Berani Menolak
bbn/dok beritabali/Koster Tolak Pusat Soal Penambahan Pasokan Listrik di Bali: Mana Ada Gubernur Berani Menolak.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali I Wayan Koster menolak rencana pemerintah pusat untuk menambah pasokan suplai energi listrik karena dia ingin Bali tidak lagi tergantung energi listrik dari luar wilayah.
"Saya tidak mengizinkan lagi penambahan suplai dari luar Bali, yang akan membuat Bali ini semakin tergantung ke sumber energi dari luar, itu berbahaya. Apalagi dikoneksi dengan kabel bawah laut, mudah sekali dan itu rawan. Maka keinginan pemerintah untuk menambah pasokan ke energi Bali sebesar 500 mega watt (MW) saya tolak," kata Wayan Koster, Rabu (28/6) saat Sidang Paripurna ke-23 di Kantor DPRD Bali.
Baca juga:
Luas Bali Berkurang 50 KM Persegi karena Abrasi, Koster Bantah Pemicunya Pembangunan Hotel
Koster melanjutkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menerapkan kebijakan mandiri energi dengan energi bersih.
"Saat ini Bali mampu memenuhi kebutuhan energi dengan daya mampu sebesar 1.322 MW. Sedangkan kebutuhan beban puncak saat ini hanya sebesar 980 MW," lanjutnya.
Dari angka tersebut, sebanyak 370 MW disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
"Mana ada gubernur berani menolak, orang kira begitu ada ini happy, begitu saja, buat saya tidak, dari mana ini, apa potensi dan risikonya, saya tidak mau," bebernya.
Koster juga menegaskan bahwa Bali ingin membangun pembakit listrik sendiri, sehingga dapat memenuhi kebutuhan domestik termasuk industri.
"Saya ingin kita membangun pembangkit listrik kita di Bali, sampai kita bisa memenuhi kebutuhan energi kita ke depan untuk kebutuhan domestik maupun juga untuk industri termasuk industri pariwisata. Jadi ini yang kita pegang ke depan untuk generasi kita yang akan datang tidak mudah ini perlu political will yang kuat, berani," pungkasnya. (sumber: merdeka.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1620 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun