Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Cuaca Buruk dan Minim Hasil Tangkapan, Nelayan Ujung Pesisi Pilih Tak Melaut
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah nelayan di Banjar Dinas Ujung Pesisir, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem tak melaut sejak beberapa hari terakhir ini.
Penyebabnya, selain karena musim paceklik ikan juga karena kondisi cuaca yang tak bersahabat belakangan ini seperti angin kencang ditambah gelombang tinggi di sekitar perairan Karangasem hingga perairan Lombok.
"Gelombang di laut lumayan tinggi. Saya sudah seminggu tidak turun melaut. Selain karena cuaca. Hasil tangkapan Ikan juga sangat sedikit paling banyak 10 -hingga 20 ekor sehingga tidak menutupi biaya yang dikeluarkan untuk sekali melaut," kata Erik salah satu nelayan di Ujung Pesisir, Selasa (4/7/2023).
Untuk sekali turun melaut biaya operasionalnya yang harus dikeluarkan oleh nelayan sekitar Rp.250 -hingga Rp. 300 ribu. Pengeluaran tersebut untuk pembelian bahan bakar sekitar 20 liter belum pembelian bekal makan minum selama melaut.
Sementara itu, minimnya hasil tangkapan ikan diduga karena faktor sedikitnya ikan tongkol di permukaan laut. Hal itu kemungkinan pengaruh perubahan suhu yang terjadi di tengah laut serta faktor cuaca belakangan ini yang cepat berubah-ubah.
Sambil menunggu kondisi membaik, sejumlah nelayan yang tidak melaut mengisi waktu luang dengan memperbaiki peralatan melautnya seperti memperbaiki jaring hingga jukungnya di pesisir pantai.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun