Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Bayi hingga Pekerja Objek Wisata Glamping Terjebak Banjir Sungai Telaga Waja
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sebanyak 6 orang terdiri dari pengelola dan pekerja serta satu bayi berusia 6 bulan dievakuasi dari objek wisata Glamping Riverside di bantaran Sungai Telaga Waja, Banjar Dinas Langsat, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem pada Jumat (8/7/2023) malam.
Mereka terpaksa dievakuasi oleh tim SAR karena terjebak banjir dan luapan air sungai Telaga Waja dampak hujan lebat ketika memindahkan sejumlah peralatan dapur di lokasi wisata Glamping Riverside tersebut.
"Yang terjebak itu pengelola dan beberapa pekerja, bukan wisatawan. Karena di lokasi kami sedang ada beberapa pembangunan seperti restoran dan fasilitas lainnya, nah mereka yang terjebak ini sedang memindahkan perabotan dapur ke lokasi dapur yang baru, karena air sungai meluap ditambah akses keluar juga tertutup longsor akhirnya terjebak dan meminta bantuan evakuasi," kata Owner Glamping Riverside, Ary Kencana dikonfirmasi Sabtu (8/7/2023).
Sementara itu, proses evakuasi berlangsung di tengah cuaca hujan. Tim SAR harus bekerja ektra hati-hati karena medan yang licin dan minim penerangan.
Hingga pukul 22.15 WITA, keenam target diantaranya Winda Damayanti (22), Ni Kadek Diah Miantari (27), Ni Made Sarjani (59), I Wayan Sami (59), I Komang Mardana Yasa (33) dan I Gede Stevano Mandala Putra (6 bulan) akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat meski petugas harus menggendong salah satu korban.
"Salah satu korban harus digendong dan dipapah agar aman sampai di lokasi tujuan. Seluruhnya berhasil dievakuasi dengan selamat pada pukul 22.15 WITA," kata Koordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun