Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




258 Lokasi Bencana di Tabanan, Sejumlah Titik Belum Ditangani Maksimal

Selasa, 11 Juli 2023, 10:07 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/258 Lokasi Bencana di Tabanan, Sejumlah Titik Belum Ditangani Maksimal.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tabanan (BPBD) Tabanan menyatakan ada tambahan lokasi bencana akibat hujan dan banjir sebanyak 33 titik di Kecamatan Penebel dan Baturiti menjadi 258 lokasi hingga Senin, (10/7). 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, Nyoman Srinadha Giri menyebutkan dari jumlah tersebut pihaknya memperkirakan total kerugian material sebesar Rp20 miliar dan akan dibantu dari APBD Pemkab Tabanan. “Akan kami bantu sesuai dengan mekanisme,” ujarnya. 

Dari 238 titik bencana tersebut, diakuinya belum semuanya ditangani oleh BPBD Tabanan, selain karena lokasinya ataupun karena pihak desa lokasi bencana yang menangani dampak bencana dengan cara gotong royong.

“Bisa jadi jumlah lokasi bencana akan bertambah karena terus ada laporan dari masyarakat,” ujarnya. 

Meski sebagian sudah ditangani oleh masyarakat, namun diakui Srinadha masih ada beberapa titik dampak bencana yang belum ditangani dengan maksimal. 

Untuk titik bencana yang belum tertangani dengan maksimal, antara lain, jembatan putus di Blatungan, saluran irigasi yang jebol di Desa Buruan dan dampak longsor dan air bah di Desa Piling, Penebel.

Untuk proses penanganan bencana ini, BPBD Tabanan mengaku menyewa alat berat. Karena sampai saat ini, BPBD Tabanan belum memiliki alat berat untuk penanggulangan kebencanaan. 

"Untuk penanganan bencana yang memerlukan alat berat, kami biasanya menyewa alat beratnya," lanjutnya.

Untuk penanganan bencana saat ini, diakuinya jumlah alat berat yang disewa sebanyak dua unit, dengan harga sewa mencapai Rp325 ribu per jam. 

Sedangkan titik penanganan bencana dengan alat berat, dikatakan Srinadha lebih dari lima unit, jadi untuk tiga lokasi lainnya penangananya menggunakan alat berat milik Dinas PUPRKP Kabupaten Tabanan

Selain ditangani oleh BPBD, di beberapa lokasi di Tabanan ada juga kawasan yang penanganan bencananya, khususnya yang menggunakan alat berat tidak ditanggung oleh BPBD maupun Pemkab Tabanan.

"Hal ini karena desa tempat lokasi bencana sudah menyewa alat berat dengan menggunakan dana desa, seperti di desa Tegal Linggah dan Desa Perean, mereka sudah menyewa dengan, menggunakan dana desa," ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tab



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami