Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
258 Lokasi Bencana di Tabanan, Sejumlah Titik Belum Ditangani Maksimal
BERITABALI.COM, TABANAN.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tabanan (BPBD) Tabanan menyatakan ada tambahan lokasi bencana akibat hujan dan banjir sebanyak 33 titik di Kecamatan Penebel dan Baturiti menjadi 258 lokasi hingga Senin, (10/7).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, Nyoman Srinadha Giri menyebutkan dari jumlah tersebut pihaknya memperkirakan total kerugian material sebesar Rp20 miliar dan akan dibantu dari APBD Pemkab Tabanan. “Akan kami bantu sesuai dengan mekanisme,” ujarnya.
Dari 238 titik bencana tersebut, diakuinya belum semuanya ditangani oleh BPBD Tabanan, selain karena lokasinya ataupun karena pihak desa lokasi bencana yang menangani dampak bencana dengan cara gotong royong.
“Bisa jadi jumlah lokasi bencana akan bertambah karena terus ada laporan dari masyarakat,” ujarnya.
Meski sebagian sudah ditangani oleh masyarakat, namun diakui Srinadha masih ada beberapa titik dampak bencana yang belum ditangani dengan maksimal.
Untuk titik bencana yang belum tertangani dengan maksimal, antara lain, jembatan putus di Blatungan, saluran irigasi yang jebol di Desa Buruan dan dampak longsor dan air bah di Desa Piling, Penebel.
Untuk proses penanganan bencana ini, BPBD Tabanan mengaku menyewa alat berat. Karena sampai saat ini, BPBD Tabanan belum memiliki alat berat untuk penanggulangan kebencanaan.
"Untuk penanganan bencana yang memerlukan alat berat, kami biasanya menyewa alat beratnya," lanjutnya.
Untuk penanganan bencana saat ini, diakuinya jumlah alat berat yang disewa sebanyak dua unit, dengan harga sewa mencapai Rp325 ribu per jam.
Sedangkan titik penanganan bencana dengan alat berat, dikatakan Srinadha lebih dari lima unit, jadi untuk tiga lokasi lainnya penangananya menggunakan alat berat milik Dinas PUPRKP Kabupaten Tabanan.
Selain ditangani oleh BPBD, di beberapa lokasi di Tabanan ada juga kawasan yang penanganan bencananya, khususnya yang menggunakan alat berat tidak ditanggung oleh BPBD maupun Pemkab Tabanan.
"Hal ini karena desa tempat lokasi bencana sudah menyewa alat berat dengan menggunakan dana desa, seperti di desa Tegal Linggah dan Desa Perean, mereka sudah menyewa dengan, menggunakan dana desa," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 186 Kali
Polisi Bongkar 14 Kasus Narkoba di Badung, 15 Tersangka Ditangkap
Dibaca: 114 Kali
Gamelan Sakral Pura Dalem Panji Anom di Buleleng Dicuri, Krama Resah
Dibaca: 109 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang