Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Kakek 70 Tahun di Karangasem Diduga Cabuli Siswi SD
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Orang tua salah seorang siswi SD di Karangasem melaporkan seorang kakek inisial IWS (70) ke Polres Karangasem lantaran diduga melakukan pencabulan terhadap putri mereka.
Informasi yang diperoleh, laporan dugaan pencabulan tersebut berawal dari kecurigaan orang tua salah seorang siswi kelas II SD di Karangasem yang mengetahui putrinya mengeluh sakit ketika buang air kecil pada kemaluannya.
Atas keluhan tersebut, orang tua bersangkutan kemudian memeriksakan kondisi putrinya ke Puskesmas. Begitu dilakukan pemeriksaan, petugas medis mengatakan bahwa kemaluan bocah perempuan berusia 8 tahun itu mengalami kerusakan diduga bekas persetubuhan.
Mengetahui kondisi itu, orang tua siswi tersebut langsung menanyakan kepada putrinya atas apa yang telah dialaminya. Saat itu juga, putrinya mengaku bawa sempat disetubuhi oleh tetangganya yaitu IWS (70) pada Selasa (11/7/2023) lalu.
Mendengar pengakuan putrinya, orang tua kemudian bersama Kelian Banjar setempat langsung mendatangi rumah IWS untuk memastikan. Setelah didatangi dan menanyakan, akhirnya terduga pelaku IWS mengakui bahwa telah melakukan perbuatan tersebut. Saat itu juga, orang tua langsung melapor ke Polres Karangasem.
Kanit IV (PPA) Satreskrim Polres Karangasem, IPDA. Rizqi Fatkhul Mubin membenarkan saat dikonfirmasi perihal adanya laporan tersebut, Minggu (16/7/2023).
"Ya benar, kemarin ada laporan, korbannya masih SD. Sedangkan terduga pelakunya adalah tetangga korban seorang lelaki berusia 70 tahun. Kita masih selidiki, saat ini korban sudah divisum, sementara kita akan panggil saksi-saksi dulu," ujar Rizqi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun