Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Survei: Erick Thohir Ungguli Sandi Hingga Khofifah di Bursa Cawapres
beritabali.com/cnnindonesia.com/Survei: Erick Thohir Ungguli Sandi Hingga Khofifah di Bursa Cawapres
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hasil Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menempatkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai calon wakil presiden potensial dengan elektabilitas tertinggi.
Dalam simulasi lima nama, Erick berhasil unggul dari nama-nama beken lain seperti Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Khofifah Indar Parawansa.
Ia merengkuh suara hingga 22,9 persen, disusul Ridwan Kamil dengan perolehan 20,1 persen, Sandiaga Uno di posisi ketiga sebesar 17,5 persen.
Kemudian AHY 12,5 persen dan terakhir Khofifah dengan 9,8 persen.
"Nah, ini lima nama saja yang kita uji. Jadi kita kerucutkan terus. Hasilnya, konsisten seperti ini," kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi dalam paparannya, Minggu (23/7).
Selain simulasi lima nama, Erick juga unggul di simulasi yang lainnya. Pada simulasi 22 nama semi terbuka ia unggul dengan perolehan 18,5 persen, disusul Ridwan Kamil 16,9 persen, dan Sandiaga 11,8 persen.
Kemudian di simulasi 17 nama, ia tetap unggul dengan perolehan 19 persen, disusul RK 16,7 persen, dan Sandiaga di posisi ketiga 14 persen.
"Erick masih di peringkat pertama disusul Ridwan Kamil, Sandiaga Uno di peringkat ketiga," kata dia.
Adapun survei ini digelar pada 20-24 Juni 2023 dengan jumlah 1.220 responden sebanyak 1.220 orang yang diwawancarai melalui tatap muka.
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan tingkat margin of error lebih kurang 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun