Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




20 Gerai M Mart Bali Jadi Titik Daur Ulang Botol PET

Sabtu, 8 Agustus 2026, 13:24 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/20 Gerai M Mart Bali Jadi Titik Daur Ulang Botol PET.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Upaya memperkuat pengelolaan sampah kemasan di Bali terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, peritel, hingga pelaku daur ulang. Salah satunya melalui inisiatif “Recycle Me” yang menyediakan fasilitas pengumpulan botol PET pascakonsumsi di 20 gerai M Mart di Bali.

Program tersebut hadir di tengah tingginya produksi sampah di Pulau Dewata. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Bali menghasilkan sekitar 1,25 juta ton sampah setiap tahun atau sekitar 3.436 ton per hari. Sampah plastik menyumbang lebih dari 17 persen dari total timbulan tersebut.

Kondisi itu menunjukkan perlunya penguatan sistem pengumpulan dan pengolahan sampah kemasan agar material yang masih memiliki nilai ekonomi tidak langsung berakhir sebagai limbah.

Melalui “Recycle Me”, masyarakat dapat membawa botol PET yang telah digunakan ke drop box yang tersedia di 20 gerai M Mart. Kemasan yang terkumpul kemudian diarahkan masuk ke rantai nilai daur ulang untuk diproses menjadi bahan baku kemasan baru.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Bali saat ini menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang cukup besar sehingga membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi kolaborasi Coca-Cola dan M Mart melalui inisiatif ‘Recycle Me’ yang memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembalikan kemasan pascakonsumsi agar dapat didaur ulang. Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi dalam pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di Bali,” ujar I Made Dwi Arbani, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kemarin siang, (Jumat,(7/8/2026) di Legian, Badung.

Program tersebut melibatkan berbagai mata rantai pengelolaan kemasan, mulai dari pemilik merek, produsen, peritel, konsumen, hingga pelaku pengumpulan dan pengolahan material daur ulang.

Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, mengatakan penguatan sistem pengumpulan menjadi bagian dari upaya mempercepat penerapan ekonomi sirkular untuk kemasan.

“Sebagai bagian dari komitmen kami untuk membantu mempercepat ekonomi sirkular untuk kemasan di Indonesia, kami terus memperkuat sistem pengumpulan dan kemitraan di sepanjang rantai nilai daur ulang. Melalui ‘Recycle Me’, kami ingin membuat pengembalian kemasan menjadi lebih mudah dan praktis bagi konsumen, sekaligus memastikan bahwa botol yang terkumpul dapat memiliki kehidupan kedua melalui proses daur ulang. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi dukungan M Mart sebagai mitra ritel dalam memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengumpulan kemasan dan edukasi daur ulang, serta kolaborasi pemerintah daerah dan mitra TPS 3R dalam pengelolaan kemasan pascakonsumsi. Sejak tahun 2023, Coca-Cola di Indonesia telah menggunakan recycled PET (rPET) dalam portofolio kemasannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan penggunaan material daur ulang dan mengurangi sampah kemasan,” ujar Dhedy Adi Nugroho, Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia.

Keberadaan jaringan ritel dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mendekatkan fasilitas pengumpulan sampah kemasan kepada masyarakat. Dengan lokasi yang mudah dijangkau, konsumen diharapkan lebih terbiasa mengembalikan kemasan setelah digunakan.

Managing Director M Mart, Ramesh Ram Khaerudin, mengatakan posisi peritel yang berinteraksi langsung dengan konsumen menjadi peluang untuk mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan kemasan.

“Sebagai peritel yang berinteraksi langsung dengan konsumen setiap hari dan hadir dekat dengan pelanggan melalui jaringan gerai yang tersebar luas, kami memiliki kesempatan untuk menghadirkan solusi yang mudah diakses masyarakat. Melalui inisiatif ‘Recycle Me’, kami berharap dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pengembalian kemasan pascakonsumsi sekaligus mengajak konsumen menjadi bagian dari solusi lingkungan di Bali,” ujar Ramesh Ram Khaerudin, Managing Director M Mart.

Setelah dikumpulkan, botol PET pascakonsumsi tersebut dikelola oleh Mahija Parahita Nusantara. Material kemudian diproses lebih lanjut oleh Amandina Bumi Nusantara, fasilitas daur ulang yang didirikan melalui joint venture antara CCEP Indonesia dan Dynapack Asia untuk menghasilkan recycled PET (rPET) food-grade.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun rantai ekonomi sirkular, sehingga kemasan yang telah digunakan dapat kembali dimanfaatkan sebagai material dan tidak berhenti sebagai sampah.

“Membangun ekonomi sirkular membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari desain dan produksi kemasan, pengumpulan pasca konsumsi, hingga proses daur ulang dan penggunaan kembali. Melalui kemitraan di seluruh rantai nilai, kami ingin membantu menciptakan sistem di mana kemasan tidak dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya bernilai yang dapat terus dimanfaatkan. Kami berharap inisiatif seperti ‘Recycle Me’ dapat meningkatkan pemahaman dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih besar serta menginspirasi lebih banyak aksi kolaboratif untuk mendukung Bali yang lebih bersih,” tutupnya.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami