Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Mencicipi Sate Serapah Beng Gianyar, Dulu Daging Burung Kini Beralih ke Ayam
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Penjual sate serapah di setra Beng, Jalan Patih Jelantik, sudah ada sejak tahun 1960-an. Dulu, yang dijual adalah daging burung kerkuak, namun kini daging yang digunakan sudah berbeda.
Penjual sate serapah, Ni Ketut Bagiani (40) atau Bu Jero, mengaku perubahan daging dilakukan oleh pendahulunya, mertua, karena belakangan ini sulit memperoleh daging burung kerkuak.
"Dulu banyak ada burung kerkuak. Dulu pakai burung," ujar Bu Jero.
Akan tetapi, lantaran jumlah burung yang sering di sawah itu makin sedikit, maka diganti dengan daging ayam. "Sekarang pakai ayam. Dagingnya juga lebih banyak," jelasnya.
Meski berubah daging, namun tata cara mengolah makanan dan bumbunya tetap sama. Sehingga cita rasa sate yang dijual tetap sama di lidah pembelinya.
Serapah sendiri adalah bumbu saur atau serundeng kelapa. “Saur ini terbuat dari kelapa tua yang dibakar dan itu ciri khas Gianyar. Banyak yang suka,” lanjut wanita yang beralamat di Banjar Sampiang, Desa Gianyar, Kecamatan Gianyar tersebut.
Dalam satu hari, Jero Bagiani bisa menghabiskan 500 tusuk sate ayam serapah dan buka di depan setra Beng pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Biasa disajikan bersama tipat (ketupat). Harga satu porsi sate serapah lengkap dengan tipat dibandrol Rp 15.000.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun