Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Mencicipi Sate Serapah Beng Gianyar, Dulu Daging Burung Kini Beralih ke Ayam
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Penjual sate serapah di setra Beng, Jalan Patih Jelantik, sudah ada sejak tahun 1960-an. Dulu, yang dijual adalah daging burung kerkuak, namun kini daging yang digunakan sudah berbeda.
Penjual sate serapah, Ni Ketut Bagiani (40) atau Bu Jero, mengaku perubahan daging dilakukan oleh pendahulunya, mertua, karena belakangan ini sulit memperoleh daging burung kerkuak.
"Dulu banyak ada burung kerkuak. Dulu pakai burung," ujar Bu Jero.
Akan tetapi, lantaran jumlah burung yang sering di sawah itu makin sedikit, maka diganti dengan daging ayam. "Sekarang pakai ayam. Dagingnya juga lebih banyak," jelasnya.
Meski berubah daging, namun tata cara mengolah makanan dan bumbunya tetap sama. Sehingga cita rasa sate yang dijual tetap sama di lidah pembelinya.
Serapah sendiri adalah bumbu saur atau serundeng kelapa. “Saur ini terbuat dari kelapa tua yang dibakar dan itu ciri khas Gianyar. Banyak yang suka,” lanjut wanita yang beralamat di Banjar Sampiang, Desa Gianyar, Kecamatan Gianyar tersebut.
Dalam satu hari, Jero Bagiani bisa menghabiskan 500 tusuk sate ayam serapah dan buka di depan setra Beng pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Biasa disajikan bersama tipat (ketupat). Harga satu porsi sate serapah lengkap dengan tipat dibandrol Rp 15.000.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6012 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan