Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Gunung Karangetang Masih Siaga III Meski Frekuensi Guguran Lava Turun
beritabali.com/cnnindonesia.com/Gunung Karangetang Masih Siaga III Meski Frekuensi Guguran Lava Turun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Aktivitas Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara, masih berstatus siaga level III. Namun, Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Yudia P. Tatipang mengatakan frekuensi guguran lava gunung tersebut cenderung menurun.
"Jadi belum diusulkan penurunan status. Masih siaga karena karena frekuensi guguran lava masih terlihat meluncur dari puncak kawah," kata Yudia P. Tatipang di Manado, dilansir dari Antara pada Minggu (20/8).
Ia menjelaskan bahwa tipe material Gunung Karangetang itu encer. Sehingga, kata Yudia, lava yang keluar dari kawah bisa berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan enam bulan.
"Memang gempa guguran sering berkluktuasi. Kadang hari ini sedikit, tapi besoknya meningkat lagi," jelasnya.
Dengan demikian, Yudia mengimbau para warga untuk tetap mematuhi peringatan yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) soal radius bahaya.
Warga di Kelurahan Tatahadeng dan Kelurahan Tarorane yang berada di Kecamatan Siau Timur sebelumnya diungsikan. Namun, saat ini mereka sudah dipulangkan.
Meski demikian, Yudia tetap mengimbau para warga untuk tetap waspada dengan aktivitas Gunung Karangetang.
"Mereka dipulangkan sementara. Kalau aktivitas kembali meningkat, gempa guguran meningkat, dan luncuran lava juga meningkat, mereka bisa dievakuasi lagi," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan PGA pada Minggu (20/8) pukul 00.00 hingga 06.00 WITA, Yudia mengungapkan bahwa Gunung Karangetang secara visual terlihat jelas hingga berkabut.
Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100-150 meter di atas puncak kawah. Sedangkan, lava pijar gugur ke arah Kali batuawang dan Kali Kahetang sejauh 750-1.500 meter.
Sebanyak 10 kali gempa guguran terekam dengan amplitudo antara 3-10 milimeter selama 42-119 detik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 838 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 717 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 537 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 516 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik