Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Setop Bullying, Tak Zaman Siswa Dihukum Gosok Kamar Mandi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
SDN Hindu 4 Batuan kedatangan Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali I Kadek Ariasa. Komisioner asal Mas, Ubud itu mengampanyekan setop bullying.
Saat ini, diharapkan para guru dan orang tua memberikan hukuman positif pada anak ketika mereka nakal. Jangan justru sebaliknya, anak nakal menjadi semakin nakal gara-gara cara menghukumnya tidak tepat.
"Hukuman positif itu misalnya anak diajak menulis cerita kehidupan sehari-hari, membuat puisi, kemudian menceritakan kembali tulisan tersebut," jelas dia.
Ariasa menegaskan sudah tidak jamannya lagi menghukum siswa dengan berdiri di depan kelas dengan satu kaki, atau lari keliling lapangan atau menggosok WC kamar kecil.
"Ayah bunda, guru, semua warga sekolah tidak boleh memberi hukuman secara fisik, termasuk hukum negatif. Yang boleh adalah hukuman positif. Mari kita sebagai orangtua sama sama lakukan pencegahan," jelas dia.
Dikatakan, sekolah dengan identitas Hindu yang berinisiatif melakukan kegiatan pencegahan dini terhadap potensi dan dampak kekerasan bullying yang makin marak terjadi akhir-akhir ini.
Di kesempatan itu, diputar video sesuai ajaran Agama Hindu yakni Tat Twam Asi. "Itu sebuah jawaban yang spontan dan brilian seorang anak. Karena sudah memahami dalam hidup ini kita hendaknya selalu saling tolong menolong," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun