Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
2 Tentara Bahrain Tewas di Perbatasan Yaman dan Arab Saudi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dua tentara Bahrain dilaporkan tewas di perbatasan Yaman dan Arab Saudi yang dilanda perang, Senin (25/9).
"Para korban menjadi syahid saat menjalankan tugas suci nasional mereka untuk mempertahankan perbatasan selatan Kerajaan Arab Saudi," kata militer dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.
Insiden ini terjadi ketika Arab Saudi sedang mengupayakan gencatan senjata dengan pemberontak Houthi.
Pernyataan dari militer Bahrain mengatakan "aksi teroris" dilakukan oleh "pesawat tak berawak" Houthi di lokasi yang dirahasiakan di selatan Arab Saudi, "meskipun operasi militer antara pihak-pihak yang berperang di Yaman telah dihentikan".
Koalisi Saudi tidak menanggapi permintaan konfirmasi terkait laporan dua tentara Bahrain yang tewas. Selain itu, belum ada komentar langsung dari kelompok Houthi.
Bahrain adalah salah satu dari beberapa negara yang mengirimkan pasukan ke koalisi yang dimobilisasi oleh Arab Saudi setelah kelompok Houthi menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional dari ibu kota Sanaa pada 2014.
Perang yang terjadi kemudian telah menyebabkan ratusan ribu orang tewas baik secara langsung maupun tidak langsung serta membuat jutaan orang mengungsi.
Harapan bagi perdamaian meningkat pada bulan Maret ketika Arab Saudi dan Iran, yang mendukung kelompok Houthi, mengumumkan kesepakatan pemulihan hubungan yang mengejutkan.
Bulan berikutnya, Mohammed al-Jaber, duta besar Saudi untuk Yaman, melakukan perjalanan ke Sanaa untuk bertemu dengan para pejabat Huthi dalam apa yang ia gambarkan sebagai upaya untuk "menstabilkan" gencatan senjata tahun lalu.
Pekan lalu, para pejabat Huthi menyelesaikan perundingan selama lima hari di Riyadh, kunjungan publik pertama delegasi Huthi ke Arab Saudi sejak pecahnya permusuhan.
Tidak ada pertemuan tatap muka yang menghasilkan pengumuman besar, namun kedua belah pihak menggambarkan pertukaran tersebut sebagai hal yang positif.
Proses tersebut tampaknya tidak memenuhi tuntutan Houthi yang mencakup pembayaran gaji pegawai negeri mereka oleh pemerintah Yaman yang terusir dan peluncuran rute baru dari bandara Sanaa.
Pada hari yang sama, Hans Grunberg, utusan khusus PBB untuk Yaman, mengakhiri kunjungannya ke Riyadh untuk melakukan pembicaraan mengenai apa yang kantornya gambarkan dalam sebuah pernyataan sebagai "gencatan senjata nasional yang berkelanjutan".
Pertemuan-pertemuan tersebut membahas isu-isu termasuk "langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi kehidupan di Yaman" dan membayar gaji sektor publik, kata pernyataan itu.
"Ini adalah saat yang kritis dan Yaman membutuhkan dukungan dan pendampingan kawasan dan komunitas internasional untuk menavigasi jalan menuju perdamaian dan pembangunan berkelanjutan," kata Grundberg.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan