Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Gempa M4,1 Guncang Kuta, Ini Penjelasan BBMKG
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang Kuta, Bali pada Selasa, 3 Oktober 2023 pukul 18.32.53 WITA.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho dalam keterangan resminya menyatakan hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,1.
Episenter terletak pada koordinat 9.25 LS; 114.53 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 92 km Baratdaya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 22 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dibawah lempeng Eurasia.
Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tulisnya.
Hingga hari Selasa, 3 Oktober 2023 pukul 18.50.00 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Cahyo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.
"Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun