Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Komandan Senior Hamas Tewas Dalam Serangan Kedua di Kamp Jabalia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Militer Israel mengklaim telah membunuh Muhammad A'sar, komandan senior milisi Hamas Palestina, dalam serangan kedua di kamp pengungsi Jabalia pada Rabu (1/11).
Diberitakan Al Jazeera, pasukan Israel mengidentifikasi A'sar sebagai kepala unit rudal anti-tank Hamas.
"A'sar bertanggung jawab atas rudal anti-tank Hamas di seluruh Gaza," demikian pernyataan militer Israel.
Israel menuding di bawah komando A'sar, Hamas melancarkan berbagai serangan misil anti-tank yang menargetkan warga sipil dan militer.
Dilansir dari Reuters, A'sar tewas dalam serangan udara Israel di kompleks komando dan kontrol Hamas di Jabalia.
"Hamas sengaja membangun markas teror di bawah, di sekitar, dan di dalam bangunan sipil," bunyi keterangan Israel.
Ini merupakan serangan kedua Israel di Jabalia setelah pada Selasa (31/10), Tel Aviv menyerang kamp pengungsi terbesar di Gaza itu hingga menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya.
Israel mengklaim serangan udara pada Selasa diluncurkan untuk menewaskan Komandan Hamas Ibrahim Biari dan beberapa militan Hamas lainnya.
"Kami fokus menargetkan Komandan Hamas," kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Kapten Richard Hecht, dalam wawancara di CNN.
"Ini adalah medan pertempuran yang sangat rumit. Mungkin ada Hamas yang bersembunyi di bangunan di sana, mungkin ada yang terowongan. Kami masih menyelidikinya," tambahnya.
Menurut kantor media Hamas, sekitar 195 orang tewas dan 777 orang lainnya terluka akibat dua gempuran udara Israel ke kamp Jabalia. Sekitar 120 orang masih hilang dan diyakini masih berada di bawah reruntuhan bangunan.
Dengan banyaknya korban sipil yang berjatuhan ini, IDF seakan tutup mata. Hecht menegaskan pihaknya sudah memberi peringatan kepada penduduk Gaza agar pindah ke selatan demi keamanan.
"Inilah tragedi perang. Seperti yang Anda ketahui, kami sudah mengatakan selama beberapa hari, pindah ke selatan. Warga sipil yang tidak terlibat dengan Hamas, tolong pindah ke selatan," ungkapnya.
Sementara itu, Juru Bicara Hamas Hasem Qassem membantah ada komandan senior yang berada di kamp pengungsi tersebut. Hamas menuding Israel hanya berdalih untuk membunuh warga sipil.
Serangan di kamp ini sendiri menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk negara-negara Arab.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB juga menyebut serangan di Jabalia layak dipertimbangkan sebagai kejahatan perang.
"Mengingat tingginya jumlah korban sipil dan skala kerusakan menyusul serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia, kami memiliki kekhawatiran serius bahwa ini adalah serangan tidak proporsional yang bisa menjadi kejahatan perang," tulis Kantor HAM PBB di X.
Perang Hamas dengan Israel sejak pecah pada 7 Oktober lalu telah menewaskan 8.796 warga Gaza, dengan sebagian besar anak-anak dan perempuan. Sementara itu, korban tewas di pihak Israel mencapai 1.400 orang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1585 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1196 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1044 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 915 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah