Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Perumahan di Kamp Pengungsi Jabalia Gaza Digempur Israel Lagi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kamp pengungsi Jabalia yang berada di bagian utara Jalur Gaza, Palestina, digempur lagi oleh pasukan militer Israel.
Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Minggu (3/12), beberapa rumah menjadi sasaran yang menyebabkan puluhan warga Palestina yang tinggal di kamp tersebut meninggal dunia.
Jumlah tersebut dipercaya akan terus bertambah lantaran masih banyak korban yang terkubur di bawah reruntuhan perumahan tersebut.
Tim penyelamat dilaporkan sulit untuk menjangkau para korban karena tertimbun puing-puing. Pekerjaan juga semakin berat karena tim penyelamat dan warga yang membantu pun ikut menjadi target serangan Israel.
Seorang kolega dari Al Jazeera Arab mendeskripsikan kondisi di kamp pengungsi Jabalia setelah digempur oleh Israel. Blok perumahan di kamp tersebut rata dengan tanah.
"Skala kehancuran tidak dapat digambarkan," kata kolega tersebut.
Kamp pengungsi Jabalia di Gaza menjadi target gempuran selama beberapa hari terakhir ini setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas berakhir pada Jumat (1/12) lalu.
Salah satu yang menjadi korban tewas merupakan seorang akademisi sekaligus ilmuwan terkemuka Palestina, Sufyan Tayeh. Ia ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (2/12) bersama anggota keluarganya.
Sufyan Tayeh merupakan rekotr Universitas Islam Gaza. Ia juga didapuk sebagai salah satu di antara dua persen ilmuwan terbaik di dunia yang diberikan oleh Universitas Stanford pada 2021.
Selain itu, Tayeh juga merupakan Ketua UNESCO untuk Ilmu Fisika, Astrofisika, dan Luar Angkasa di Palestina dari Universitas Islam tempatnya berbakti.
"Saya marah dan sedih mendengar pembunuhan Dr. Tayeh," kata Ketua UNESCO di Universitas Glasgow, Alison Phipps.
Israel melanjutkan agresi di Jalur Gaza setelah negosiasi gencatan senjata tidak menemui kesepakatan dengan kelompokHamas. Gencatan senjata di wilayah tersebut pun berakhir pada Jumat (1/12) lalu.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas sempat berlangsung pada 24 November lalu selama empat hari. Gencatan senjata itu hanya bertahan selama seminggu setelah diperpanjang sebanyak dua kali.
Selama gencatan senjata itu, sebanyak 80 sandera Hamas di Gaza dibebaskan. Sebagai imbalan, 240 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel juga dilepaskan.
Sementara itu, sebanyak 15.523 orang tewas di Jalur Gaza, Palestina, sejak agresi Israel dimulai pada Oktober lalu.
Sebanyak 70 persen dari korban jiwa itu merupakan perempuan dan anak-anak. Sementara, 41.316 orang lainnya luka-luka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3395 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1790 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 1213 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan