Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Iran Peringatkan Israel Akan Ada Akibatnya Jika Memperluas Agresi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Iran memperingatkan perluasan agresi Israel di Palestina, baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat, bakal membuat perang di kawasan Timur Tengah kian "dalam dan berkembang".
"Jika kejahatan perang yang dilakukan oleh rezim Israel di Gaza dan Tepi Barat tidak dihentikan, ruang lingkup perang di wilayah ini kemungkinan akan semakin dalam dan berkembang," kata Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian, seperti dikutip Anadolu Agency, Minggu (3/12).
Abdollahian bicara demikian saat bertelepon dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, Sabtu (2/12) malam. Mereka berbincang tentang perkembangan terbaru serangan Israel di Jalur Gaza.
Dalam kesempatan itu, Abdollahian menekankan serangan militer Negeri Zionis di Jalur Gaza harus segera dihentikan sesegera mungkin.
Ia juga mendesak kegentingan untuk menyediakan jalur aman demi pengiriman bantuan kemanusiaan ke daerah kantong tersebut.
Lebih lanjut, Abdollahian menegaskan Iran sekali lagi menolak "rencana dan praktik Israel untuk memindahkan rakyat Palestina dari tanah mereka secara paksa."
Dia menyebut pendudukan dan agresi Israel sebagai pendekatan bias yang memperburuk masalah.
Sementara itu, Borrell mengatakan ketegangan di Jalur Gaza dan Tepi Barat harus dikurangi sesegera mungkin.
Borrell juga menuturkan Uni Eropa berupaya memastikan agar Israel tetap patuh terhadap hukum perang internasional.
"Kami percaya bahwa solusi untuk masalah Palestina terletak pada fokus pada jalur diplomatik," kata Borrell, seperti dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Dia juga sepakat dengan Abdollahian bahwa "kelanjutan serangan militer akan menyebabkan eskalasi krisis."
Israel melanjutkan agresi di Jalur Gaza setelah negosiasi gencatan senjata tidak menemui kesepakatan dengan kelompok Hamas. Gencatan senjata di wilayah tersebut pun berakhir pada Jumat (1/12).
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas sempat berlangsung pada 24 November selama empat hari. Gencatan senjata itu hanya bertahan seminggu setelah diperpanjang dua kali.
Selama gencatan senjata sepekan, Hamas telah melepaskan 105 sandera, baik warga Israel maupun warga asing. Sebagai imbalan, Israel membebaskan 240 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara negara itu.
Usai gencatan senjata berakhir, pasukan militer Israel langsung menggempur Gaza habis-habisan.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahkan mengatakan perang di Jalur Gaza tidak akan berhenti hingga berhasil "menumpas" Hamas.
Sebanyak 15.523 orang pun tewas di Jalur Gaza sejak agresi Israel dimulai 7 Oktober lalu. Tujuh puluh persen dari korban jiwa merupakan perempuan dan anak-anak. Sementara itu, 41.316 orang lainnya luka-luka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5969 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan