Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Program Kapas di Karangasem Menyusut, Petani Beralih Tanam Kacang
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tanaman kapas yang sebelumnya sempat digaungkan Pemkab Karangasem belakangan ini nyaris tak terdengar lagi kabarnya.
Informasi yang dihimpun, lambat laun keberadaan tanaman kapas ini sepertinya kian menyusut, bahkan dari pantauan sejumlah lahan yang sebelumnya sempat ditanami kapas kini sudah tidak terlihat lagi tanaman kapas yang masih hidup.
Belakangan petani yang sebelumnya sempat menanam kapas, saat ini mengaku tidak lagi menanam kapas melainkan menanam bibit kacang, itu karena saat ini tidak ada bantuan bibit kapas lagi dari pemerintah untuk petani tersebut.
"Ampun usan pak, biane maan bantuan kapas mangkin, mangkin nanem kacang tanah" (Sudah selesai pak, karena tidak dapat bantuan kapas lagi, sekarang tanam kacang tanah"red)," ungkap Gede Putra, salah seorang petani yang sempat menanam kapas sebelumnya dihubungi, Rabu (17/1/2024).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah mengungkapkan, perkembangan tanaman kapas saat ini masih dalam proses tanam, karena jenis tanaman kapas ini bukan jenis tanaman kapas kayu yang bisa sekali tanam dan dipanen terus menerus.
"Untuk kapas masih lanjut, saat ini masih proses tanam, tanaman kapas yang kemarin sudah mati karena sudah habis masa panennya," kata Siki Ngurah, Rabu (17/1/2024).
Namun demikian, mantan Kepala Dinas Damkartan Karangasem ini mengakui luas lahan tanaman kapas menurun, pada tahun 2022 luas tanaman kapas mencapai 100 hektar, namun pada tahun 2023 luas tanam menjadi 40 hektar dan tahun 2024 ini Dinas Pertanian hanya menargetkan sekitar 25 hektar tanaman kapas.
Menurutnya, pengurangan luas tanam ini terjadi karena adanya regulasi atau aturan yang mengatur bahwa kelompok tani yang sebelumnya sudah menerima bantuan bibit maka selanjutnya tidak boleh menerima bantuan lagi.
"Karena ada regulasinya, dimana kelompok tani tidak boleh menerima bantuan yang sama dua kali, sehingga kami berharap kelompok tani yang sebelumnya sudah menerima bantuan bisa lanjut menanam kapas secara mandiri," terang Siki Ngurah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2963 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun