Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pemain Iran Protes Wasit Semifinal Lawan Qatar Berasal dari Kuwait
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemain Iran Saeid Ezatolahi memprotes keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang memilih wasit asal Kuwait Ahmad Al Ali sebagai pengadil dalam laga semifinal Piala Asia 2023 (2024), Rabu (7/2).
Iran akan menghadapi Qatar pada semifinal malam ini. Ezatolahi menilai keputusan tersebut tidak mewakili keadilan karena Kuwait dan Qatar sama-sama berasal dari kawasan Arab.
"Yang mengejutkan buat kami adalah wasit untuk pertandingan besok berasal dari Kuwait. Kami membayangkan bagaimana bisa mereka menempatkan wasit Arab sebagai wasit besok," ucap Ezatolahi dilansir dari Reuters.
"Tetapi kami adalah timnas Iran, kami adalah tim besar. Kami memiliki pemain-pemain yang sangat bagus, kami profesional," ujar Ezatolahi kemudian.
Al Ali sudah memimpin dua laga fase grup dan sebuah laga 16 besar. Dari ketiga laga tersebut, terdapat negara-negara Arab sepeti laga Palestina vs Uni Emirat Arab, Kirgistan vs Oman, dan Bahrain vs Jepang.
Selain mengomentari soal asal wasit yang akan memimpin laga Iran vs Qatar, Gelandang yang bermain di Denmark itu juga menyinggung jeda antar-pertandingan yang singkat.
Iran mencapai semifinal setelah mengalahkan Jepang 2-1. Sebelum laga melawan Tim Samurai Biru tersebut, Iran hanya punya waktu dua hari untuk pemulihan setelah bermain hingga adu penalti pada babak 16 besar melawan Suriah.
"Pada turnamen ini pemain tidak memiliki cukup waktu untuk istirahat, khususnya di babak gugur. Banyak pemain datang dari klub masing-masing dan berada di bawah tekanan di sini," terang Ezatolahi.
Kritik Ezatolahi tersebut juga pernah disuarakan pelatih Amir Ghalenoei yang juga mengomentari soal Video Assistant Referee (VAR).
"Dalam turnamen ini setidaknya saya bisa bilang VAR tidak begitu berpihak pada kami. Ada situasi yang kami hadapi saat melawan Jepang bahwa kami bisa mendapat penalti terkait Sardar Azmoun tetapi VAR tidak mengeceknya. Tapi kami harus kuat dibanding segala hal lainnya di turnamen ini," tutur Ghalenoei.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan