Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
3 WNI Tewas Akibat Kapal Nelayan Terbalik di Korsel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Otoritas Korea Selatan melaporkan tiga warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia dalam kecelakaan kapal nelayan di lepas pantai selatan Tongyeong, Provinsi Gyeongsang Selatan, Sabtu (9/3).
Jumlah WNI yang tewas bertambah dari sebelumnya dua orang.
Dilansir dari Yonhap, penjaga pantai Korsel menemukan empat dari sembilan awak kapal pada Sabtu. Keempatnya dinyatakan meninggal dunia.
Tiga orang merupakan warga negara Indonesia dan satu orang merupakan nakhoda asal Korea Selatan.
"Penjaga Pantai berencana menyelamatkan kapal tersebut pada Minggu malam," lapor Yonhap, Minggu (10/3).
Kapal penangkap ikan "2 Haesinho" tenggelam usai kecelakaan pada Kamis (7/3) pagi. Kapal tersebut membawa 2 anak buah kapal (ABK) Korea Selatan dan 7 ABK WNI.
Pada Sabtu siang pukul 13.00 waktu setempat, tiga ABK ditemukan, yang terdiri atas dua ABK WNI dan satu ABK Korsel.
Ketiganya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Setelah mendapat perawatan intensif di RS SAR Tongyeong, ketiganya dinyatakan meninggal dunia.
Kedutaan Besar RI di Seoul saat ini tengah berkoordinasi dengan Korean Coast Guard dalam melakukan pencarian para awak kapal yang masih hilang.
"Di saat bersamaan, Kementerian Luar Negeri RI sedang menelusuri data keluarga para ABK WNI untuk menginformasikan proses pencarian dan pemenuhan hak-hak para ABK," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, dalam keterangan, Sabtu.
Sejak hilang, otoritas Korsel telah mengerahkan sekitar 20 kapal dan empat pesawat untuk melakukan operasi pencarian.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun