Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Pasien Luka Terlihat Menganga Malah Dirujuk, Ini Tanggapan Direktur RS Payangan
bbn/tangkapan layar instagram/Pasien Luka Terlihat Menganga Malah Dirujuk, Ini Tanggapan Direktur RS Payangan.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pasien di RS Payangan mengeluhkan kondisi penanganan luka di jari yang tampak menganga. Hanya terlihat satu jahitan saja. Dalam postingan, ada kalimat, hanya untuk jahitan, sampai dirujuk ke Sanglah. Bahkan, postingan pasien itu, di repost oleh Arya Wedakarna.
Terkait kondisi itu, Direktur RSUD Payangan, dr I Gusti Ngurah Gede Putra membenarkan pasien itu sempat dirawat di Payangan. Pasien yang datang itu, inisial NS (59), laki-laki, yang menjadi korban kecelakaan pada 16 Maret 2024.
"Pasien telah dilakukan penanganan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang ada, sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (dengan sarana yang lebih memadai) untuk mendapatkan penatalaksanaan lebih lanjut dari bidang bedah saraf yang kita rujuk Konsulkan,” ujar dr. Ngurah Putra.
Dikatakan saat tiba, pasien dalam keadaan penurunan kesadaran dan gelisah (GCS E2V2M5). Pada pasien ditemukan luka multiple pada kepala, wajah, tangan dan kaki.
"Penanganan kegawatdaruratan dengan mengutamakan penanganan suspek cedera kepala yang dialami oleh pasien guna penyelamatan nyawa pasien (Primary Survey)," jelasnya.
Terkait Penanganan pada luka-luka lainnya (pada extremitas tangan, kaki) yang termasuk Secondary Survey dilakukan dengan perawatan luka situasional yang bersifat sementara dan berfungsi untuk mencegah terjadinya perdarahan lebih lanjut dan akan dirawat lebih lanjut setelah Primary Survey tertangani.
“Hal ini dilakukan karena pada kondisi ini penanganan mengutamakan penyelamatan nyawa yang disebabkan oleh kecurigaan adanya perdarahan intra kranial akibat cedera kepala (suspek Fraktur Basis Cranii), dan penanganan luka lainnya akan dilakukan lebih lanjut setelah kondisi kegawatdaruratan tersebut tertangani,” ungkapnya.
"Pada pasien dilakukan rujukan ke fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjut untuk mendapatkan penatalaksanaan lebih lanjut dari bidang Bedah Saraf, Monitoring, dan Evaluasi lanjutan untuk pelayanan kondisi pasien. Jadi dapat kami sampaikan bahwa penanganan Primary Survey pasien tersebut sudah memenuhi kesesuaian dengan SPO dalam bidang kegawat daruratan," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 681 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 633 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 469 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 454 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik