Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Pasien Luka Terlihat Menganga Malah Dirujuk, Ini Tanggapan Direktur RS Payangan
bbn/tangkapan layar instagram/Pasien Luka Terlihat Menganga Malah Dirujuk, Ini Tanggapan Direktur RS Payangan.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pasien di RS Payangan mengeluhkan kondisi penanganan luka di jari yang tampak menganga. Hanya terlihat satu jahitan saja. Dalam postingan, ada kalimat, hanya untuk jahitan, sampai dirujuk ke Sanglah. Bahkan, postingan pasien itu, di repost oleh Arya Wedakarna.
Terkait kondisi itu, Direktur RSUD Payangan, dr I Gusti Ngurah Gede Putra membenarkan pasien itu sempat dirawat di Payangan. Pasien yang datang itu, inisial NS (59), laki-laki, yang menjadi korban kecelakaan pada 16 Maret 2024.
"Pasien telah dilakukan penanganan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang ada, sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (dengan sarana yang lebih memadai) untuk mendapatkan penatalaksanaan lebih lanjut dari bidang bedah saraf yang kita rujuk Konsulkan,” ujar dr. Ngurah Putra.
Dikatakan saat tiba, pasien dalam keadaan penurunan kesadaran dan gelisah (GCS E2V2M5). Pada pasien ditemukan luka multiple pada kepala, wajah, tangan dan kaki.
"Penanganan kegawatdaruratan dengan mengutamakan penanganan suspek cedera kepala yang dialami oleh pasien guna penyelamatan nyawa pasien (Primary Survey)," jelasnya.
Terkait Penanganan pada luka-luka lainnya (pada extremitas tangan, kaki) yang termasuk Secondary Survey dilakukan dengan perawatan luka situasional yang bersifat sementara dan berfungsi untuk mencegah terjadinya perdarahan lebih lanjut dan akan dirawat lebih lanjut setelah Primary Survey tertangani.
“Hal ini dilakukan karena pada kondisi ini penanganan mengutamakan penyelamatan nyawa yang disebabkan oleh kecurigaan adanya perdarahan intra kranial akibat cedera kepala (suspek Fraktur Basis Cranii), dan penanganan luka lainnya akan dilakukan lebih lanjut setelah kondisi kegawatdaruratan tersebut tertangani,” ungkapnya.
"Pada pasien dilakukan rujukan ke fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjut untuk mendapatkan penatalaksanaan lebih lanjut dari bidang Bedah Saraf, Monitoring, dan Evaluasi lanjutan untuk pelayanan kondisi pasien. Jadi dapat kami sampaikan bahwa penanganan Primary Survey pasien tersebut sudah memenuhi kesesuaian dengan SPO dalam bidang kegawat daruratan," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8321 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5752 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2432 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar