Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Hamas Soal Proposal Balasan Gencatan Senjata Israel: Tak Ada Masalah
beritabali.com/cnnindonesia.com/Hamas Soal Proposal Balasan Gencatan Senjata Israel: Tak Ada Masalah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pejabat senior Hamas mengatakan bahwa kelompok perlawanan tidak memiliki masalah besar dengan proposal balasan dari Israel soal potensi gencatan senjata di Gaza, Palestina.
"Tampaknya positif kecuali ada hambatan baru dari Israel," kata pejabat Hamas itu yang enggan disebutkan namanya, dilansir dari AFP, Minggu (28/4).
"Tidak ada masalah besar dalam pengalaman dan pertanyaan yang diajukan Hamas mengenai isi proposal tersebut," lanjutnya.
Hamas nantinya akan mengirim seorang delegasi yang merupakan salah satu pemimpin senior kelompoknya, Khalil Al-Hayya, untuk menyampaikan respons mereka terhadap proposal terbaru gencata senjata di Gaza.
Pejabat senior Hamas mengatakan Al-Hayya rencananya akan melakukan pertemuan dengan mediator Mesir dan Qatar di Kairo pada hari ini, Senin (29/4).
Sebelumnya, Israel mengirim usulan proposal balasan kepada Hamas soal potensi gencatan senjata di Gaza.
Hamas kemudian mempelajari proposal balasan itu sehari setelah delegasi dari mediator Mesir tiba di Israel untuk kembali memulai perundingan yang sempat terhenti.
Tanda-tanda perundingan gencatan senjata baru ini terjadi bersamaan dengan persiapan Israel untuk melancarkan serangan ke kota Rafah.
Setelah mempelajari proposal itu, Hamas disebut akan menyampaikan tanggapannya. Namun, tak dijelaskan secara rinci isi proposal balasan yang dimaksud.
Hamas sendiri sebelumnya bersikeras melakukan gencatan senjata permanen. Namun, keinginannya itu terus-menerus ditolak oleh Israel.
Para mediator Mesir, Qatar, dna Amerika Serikat (AS) telah gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata baru di Gaza sejak pertempuran disetop selama satu pekan pada November 2023.
Beberapa media lokal mengatakan, kabinet perang Israel telah membahas rencana baru untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera jelang kunjungan delegasi Mesir.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel tak henti-hentinya menggempur Gaza, Palestina.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak kurang lebih 34 ribu warga Gaza meninggal dunia. Sebagian besar di antaranya merupakan kelompok perempuan dan anak. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5977 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan