Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jika Terwujud, Begini Rancangan Bandara Bali Utara yang Terapung di Atas Laut

Senin, 27 Mei 2024, 17:26 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok beritabali/Jika Terwujud, Begini Rancangan Bandara Bali Utara yang Terapung di Atas Laut.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Wacana pembangunan Bandara Bali Utara kini mengemuka setelah beberapa waktu lalu sejumlah tokoh puri berkumpul di Gianyar. Terlebih Bandara yang menjadi janji kampenye presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran sudah kembali dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

Namun, bagaimana sebenarnya rancangan bandara yang didesain terapung di atas laut itu. Mengutip dari file beritabali.com pada Kamis, 13 April 2017, Presiden Direktur PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU), Made Mangku saat itu menyatakan bandara Bali Utara itu membutuhkan lahan seluas 2.150 hektar yang terdiri dari luas rencana power plan 150 hektar, aero city 600 hektar, runway dan terminal 1.400 hektar.

"Ada dua runway dan terminal berada di tengah. Nanti ada kargo juga. Aero city kita arahkan ke educity, jadi tak melulu ekonomi, tetapi juga ada pendidikan. Mall dan hotel juga ada," jelasnya.

Made Mangku menjelaskan, bandara baru ini akan menggunakan hidrolik untuk menyesuaikan dengan pasang surut lautan.

"Era sekarang bandara ini yang tercanggih di dunia. Di Kansai, Jepang ada yang mirip, tapi dia belum menggunakan teknologi hidrolik. Selain itu dia juga memakai konstruksi. Kalau kami menggunakan platform," jelas dia.

Nantinya, bandara bertingkat dua lantai itu akan disediakan kereta listrik tanpa awak bagi penumpang dari parkir menuju terminal. Sementara untuk perpanjangan daratan, Made Mangku mengakui akan membutuhkan material seperti pasir batu yang akan diambil dari utara Bali, tepatnya di Kabupaten Karangasem.

Untuk boalder akan diambil alternatif dari Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan, Lombok, Sumbawa dan Sulawesi. Untuk pasir putih dipastikan diambil dari Lombok. Sementara untuk landscape tanah subur diambil dari Kabupaten Jembrana.

"Nantinya kedalamannya 17 meter. Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat berkaitan dengan material yang dibutuhkan untuk perpanjangan daratan," tandasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami