Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Detik-Detik Polwan Borgol Tangan Suami, Siram Bensin, Lalu Bakar Tisu
beritabali.com/cnnindonesia.com/Detik-Detik Polwan Borgol Tangan Suami, Siram Bensin, Lalu Bakar Tisu
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Anggota Polres Jombang Briptu RDW (27) yang dibakar oleh istrinya yakni Polwan Polres Mojokerto, Briptu FN (28), meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif, pada Minggu (9/6).
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri menyebut aksi pembakaran itu dilakukan Briptu FN di garasi rumahnya yang berada di Asrama Polisi (Aspol) Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (8/6).
Daniel mengatakan kejadian bermula usai Briptu FN mengecek saldo di rekening milik suaminya sekira pukul 09.00 WIB. Ia menyebut ketika itu Briptu FN mendapati bahwa gaji ke-13 suaminya hanya tersisa Rp800.000 saja.
Mendapati temuan tersebut, Briptu FN lantas menghubungi dan meminta suaminya pulang untuk menanyakan penggunaan uang gaji ke-13 sebesar Rp2.000.000 itu.
"Sebelum korban pulang, pelaku membeli bensin di botol plastik dan membawanya ke rumah aspol," ujar Daniel dalam keterangannya, Sabtu (8/6).
Briptu FN, kata dia, sempat memfoto botol berisi bensin yang ditaruh di atas lemari kepada Briptu RDW agar segera pulang. Ia juga disebut mengancam akan membakar anak mereka bila Briptu RDW tak kunjung pulang.
Setelah mengirim pesan itu, Briptu FN lantas meminta asisten rumah tangganya berinisial M, untuk mengajak ketiga anaknya bermain di luar rumah.
Briptu RDW sendiri akhirnya tiba di rumah sekitar pukul 10.30 WIB. Ia kemudian diajak masuk oleh istrinya dan pintu rumah langsung dikunci dari dalam.
Korban juga sempat diminta oleh pelaku untuk terlebih dahulu mengganti baju dengan kaus lengan pendek dan celana pendek sebelum terlibat cekcok.
Dalam pertengkaran itu, Briptu FN kemudian memborgol tangan kiri Briptu RDW ke anak tangga yang berada di garasi. Selanjutnya, Briptu FN langsung menyiramkan bensin yang sudah disiapkan sebelumnya kepada Briptu yang sedang terduduk.
"Setelah itu terduga pelaku menyalakan korek dan membakar tisu yang di pegang menggunakan tangan kanan sambil berkata 'ini lo yang lihaten iki (lihatlah ini)', namun korban diam saja," ucapnya.
Nahas, api di tangan pelaku itu langsung menyambar ke tubuh korban yang sudah berlumur bensin. Korban yang terbakar di sekujur tubuh kemudian langsung berteriak meminta pertolongan.
"Korban berusaha keluar garasi namun tidak bisa karena terhalang mobil dan juga tangan kiri dalam keadaan terborgol di tangga lipat," katanya.
Salah seorang saksi yang mendengar teriakan korban, Bripka Alvian, langsung masuk ke garasi dan berusaha memadamkan api tersebut.
"Setelah itu saksi melaporkan kepada pimpinan dan mendatangkan ambulans untuk pertolongan pertama terhadap korban ke rumah sakit," ucapnya.
Daniel menyebut Briptu RDW yang mengalami luka hingga 96 persen di sekujur tubuhnya kemudian langsung dibawa ke RSUD Kota Mojokerto. Kendati demikian, nyawa Briptu RDW tetap tidak terselamatkan setelah dirawat intensif selama satu hari.
Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto menyebut peristiwa itu berawal dari Briptu FN yang merasa kesal terhadap suaminya Briptu RDW lantaran kerap menghabiskan uang untuk judi online.
"Bahwa motif daripada kejadian ini bahwa saudara almarhum ini, Briptu RDW ini sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya, ini dipakai untuk, mohon maaf ini, main judi online," ujarnya kepada wartawan, Minggu (9/6).
Dalam kejadian itu, kata dia, Briptu FN sempat menolong dan membawa Briptu RDW ke rumah sakit dibantu oleh beberapa tetangga. Briptu FN juga disebut sempat meminta maaf kepada sang suami atas perilakunya.
"Ya kejengkelan istri itu tadi. Karena memang perilaku almarhum ini menghabiskan uang yang harusnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dipakai untuk main judi online," jelasnya.
Terkini, Dirmanto menyebut Briptu FN telah ditetapkan sebagai tersangka dan tengah ditahan di Rutan Polda Jawa Timur. Hanya saja karena trauma yang dialami, pelaku saat ini tengah menjalani pendampingan psikologi khusus.
"Sudah ditahan, sekarang ditangani Subdit IV Ditreskrimum Renakta ya. Karena kan lagi trauma beliaunya. Jadi ada perlakuan khusus kepada yang bersangkutan," ucapnya.
Selain mendapat pendampingan trauma healing, Polda Jawa Timur juga akan mendalami kondisi kejiwaan pelaku dalam kasus ini. Termasuk pemberian pendampingan psikologis terhadap ketiga anak Briptu FN dan Briptu RDW.
"Kemudian juga kita melibatkan [ahli] psikiatri untuk menangani kasus ini. Ini kami prihatin betul terhadap kejadian ini," pungkasnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8474 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5824 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3650 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2479 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar