Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Hamas Setuju Proposal AS Soal Pembebasan Sandera Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hamas menerima proposal gencatan senjata dengan Israel yang diajukan Amerika Serikat (AS), termasuk pembebasan sandera 16 hari setelah tahap pertama perjanjian yang ditujukan untuk mengakhiri perang.
Menurut sumber seorang senior Hamas kepada Reuters, grup militan ini setuju membatalkan tuntutan komitmen Israel melakukan gencatan senjata permanen. Hamas juga dikatakan sepakat negosiasi soal kelanjutan gencatan senjata dilakukan selama enam pekan tahap pertama.
Seorang pejabat Palestina yang dekat dengan upaya perdamaian dimediasi internasional ini mengatakan proposal tersebut dapat menghasilkan kesepakatan kerangka kerja jika diterima Israel dan akan mengakhiri perang yang sudah berlangsung sembilan bulan dengan Hamas di Gaza.
Sumber lain dari tim negosiasi Israel yang tak mau diungkap identitasnya menjelaskan pada Jumat (5/7) bahwa ada peluang nyata mencapai kesepakatan. Hal ini kontras dari sikap Israel yang selalu menolak pengajuan syarat dari Hamas.
Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak merespons langsung permintaan komentar terkait hal ini pada Sabtu (6/7). Pada Jumat mereka mengatakan dialog gencatan senjata akan dilakukan pekan depan dan menekankan kesenjangan antara dua pihak masih ada.
Sejauh ini perang Israel dan Hamas sudah merenggut lebih dari 38 ribu nyawa warga Palestina menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas.
Perang berkecamuk usai Hamas menyerang kota-kota Israel pada 7 Oktober hingga menewaskan 1.200 orang dan menyandera 250 orang menurut pernyataan Israel.
Proposal baru yang diajukan AS ingin memastikan mediator menjamin gencatan senjata sementara, pengiriman bantuan dan penarikan pasukan Israel selama pembicaraan untuk melakukan tahap kedua perjanjian.
Upaya gencatan senjata dan pembebasan sandera meningkat selama beberapa hari terakhir dengan adanya diplomasi erat antara AS, Israel dan Qatar. Qatar memimpin upaya ini dari Doha, tempat markas pengasingan Hamas. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun