Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Dituduh Melawan Negara, 10 Aktivis Lingkungan di Kamboja Dibui 6 Tahun
beritabali.com/cnnindonesia.com/Dituduh Melawan Negara, 10 Aktivis Lingkungan di Kamboja Dibui 6 Tahun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebanyak 10 aktivis lingkungan dari kelompok Mother Nature Kamboja dijatuhkan hukuman penjara selama enam tahun atas tuduhan melawan negara oleh pengadilan pada Selasa (2/7).
Pemerintah Kamboja menyatakan tindakan mereka telah mendorong kerusuhan sosial. Sementara pendukung para aktivis menyebut hukuman itu sebagai pola serangan baru terhadap pegiat lingkungan.
Mother Nature Kamboja sendiri didirikan pada 2012 dan sejak saat itu aktif berkampanye melawan kerusakan lingkungan dan mengungkap dugaan korupsi dalam pengelolaan sumber daya mineral oleh negara.
"Kita menuntut teman kita di Mother Nature Kamboja dan seluruh tahanan politik dilepaskan secepatnya," tulis Fridays for Future, gerakan pemogokan iklim global pimpinan Greta Thunberg dalam keterangannya mengutip CNN.
Pimpinan oposisi Pemerintahan Kamboja yang kini tengah diasingkan, Mu Sochua menyebut kelompok itu mencoba menyoroti permasalahan lingkungan yang mengancam Kamboja.
Ia menilai hukuman penjara itu menunjukkan bahwa pengadilan Kamboja digunakan sebagai senjata oleh penguasa untuk membungkam diskursus publik.
"Hukuman itu merupakan bencana bagi aktivis lingkungan di Kamboja dan seluruh orang di mana pun yang peduli terhadap masa depan bumi," ujar Mu Sochua.
Sementara itu, juru bicara pemerintah membantah bahwa tuduhan terhadap para aktivis tersebut bermotif politik.
"Pemerintah tidak pernah mengambil tindakan terhadap mereka yang mengkritik. Kami hanya mengambil tindakan terhadap mereka yang melakukan kejahatan," kata juru bicara pemerintah, Pen Bona.
Kamboja sendiri ditutupi sekitar 46 persen hutan dan merupakan rumah bagi 2.300 spesies tumbuhan dan 14 hewan yang terancam punah.
Para aktivis menyebut ancaman terhadap lingkungan di Kamboja meningkat di bawah kepemimpinan Hun Sen yang telah berkuasa hampir empat dekade.
Kini kepemipinannya sebagai perdana menteri dilanjutkan oleh putra sulungnya, Hun Manet sejak tahun lalu. Namun, Hun Sen tetap dipandang sebagai pusat kekuasaan.
Rezim itu terkenal kerap membungkam perbedaan pendapat dan memenjarakan lawan-lawannya. Para aktivis di Kamboja pun mengatakan mereka kerap menghadapi peningkatan ancaman, pelecehan, dan tuntutan pidana selama bertahun-tahun. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7644 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5624 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan