Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Kemenkumham Bali Tekankan Harmonisasi Aturan untuk Family Office
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Untuk mendukung family office atau kantor yang mengelola investasi konglomerat asing, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali menekankan harmonisasi peraturan.
“Semua berharap jika skema Family Office diterapkan, tidak terjadi benturan peraturan di lapangan,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Pramela Yunidar Pasaribu, Selasa, 9 Juli 2024.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya pengaturan lebih detail mengenai kemudahan, manfaat, hingga perlakuannya kepada investor dengan ekonomi kelas kakap itu.
Ia menambahkan perlu koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk mengatur lebih rinci kemudahan bagi para investor, baik dari Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pariwisata, Dinas Ketenagakerjaan, hingga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Pentingnya skema aturan family office untuk mempermudah para investor berinvestasi di Indonesia,” imbuhnya.
Dalam rapat lanjutan secara virtual bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) itu juga dibahas mengenai skema Golden Visa yang sebelumnya diinisiasi Direktorat Jenderal Imigrasi.
Skema Golden Visa, kata dia, dirancang untuk mempermudah para investor tinggal dan berinvestasi di Indonesia. Ada pun izin tinggal yang diberikan Golden Visa adalah izin tinggal selama lima tahun hingga 10 tahun berturut-turut dan dapat diperpanjang beberapa kali.
Inisiasi visa emas itu diberikan, lanjut dia, karena satu peran Imigrasi adalah sebagai fasilitator pembangunan ekonomi di Indonesia.
“Dalam penerapan Golden Visa, kami juga menampung beberapa masukan dari para investor di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti mengatakan pihaknya ingin memahami Golden Visa. Selain itu, pihaknya juga ingin memahami lebih dalam isu dan permasalahan yang dihadapi di lapangan.
“Kami ingin memahami lebih dalam terkait penerapan skema golden visa dan kendala-kendala yang dihadapi di lapangan,” kata Nani.
Gagasan family office pertama kali dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kepada para delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pertengahan Mei 2024. Hingga saat ini, kata Luhut, sejumlah konglomerat asing sudah berminat untuk mendaftar family office di Bali. (sumber: medcom.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4573 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2376 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2033 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1077 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun