Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Kesenian Khas Suku Dayak Ngaju Katingan Kalteng Tampil Memikat Penonton di PKB
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tim Kesenian Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, menyajikan seni tari dan musik khas Suku Dayak Ngaju Katingan, di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Senin, (8/7/2024).
Duta seni dari bumi Borneo itu tampil memikat dengan lantunan lagu khas Dayak lengkap dengan iringan gamelan atau musik dayak, seperti gitar sape, gong, dengan mengusung tema ‘Pembelun Utus Betang Panjang Palantaran Lumbah’ atau kehidupan masyarakat dayak penghuni rumah panjang (Betang) di wilayah Kalimantan yang luas.
Tampak pementasan kesenian khas suku dayak itu mendapat perhatian antusias dari pengunjung yang memadati Kalangan Angsoka.
Tim kesenian KSBN membawa 5 garapan baik tarian maupun garapan musik. Penampilan awal menyajikan musik Karungut dan Sansana, garapan seni ini melantunkan sastra tutur dayak untuk menyampaikan doa kepada Tuhan serta roh leluhur. Garapan ini berisi tutur pesan moral nasihat serta cerita kehidupan leluhur masa lampau yang perlu diteladani.
Lantas sajian berikutnya menampilkan kesenian Kuntau suatu keterampilan seni pencak silat tradisional yang mengambarkan kegagahan kemampuan Bela diri pemuda suku dayak. Dilanjutkan tari Manaring Upun Benyi, tarian yang menggambarkan ritual adat untuk mendoakan memuliakan benih padi agar secara spiritual disrestui oleh alam.
Baca juga:
PKB XLVI">150 Seniman Sanggar Asti Pradnyaswari Terlibat pada Penampilan 'Melukat' di PKB XLVI
Berikutnya disajikan lagu berjudul ‘Tetek Tatum Jaman Kayau’ lagu ini mengisahkan nenek moyang kehidupan suku dayak di Kalimantan di jaman ratap tangis perang kayau atau saling serang dan memotong Kepala. Lagu ini dinyanyikan langsung oleh gadis suku Dayak Asli, dr Thea Arabella Saconk.
Tarian berikutnya dibawakan Tari Bawi Kuwu, yang berarti perempuan pingitan, tarian ini memyiratkan pembahasan ‘memingit’ bagi seorang gadis remaja saat memasuki usia dewasa.
Pada saat dipingit itu sang Bawi kuwu diberikan bekal dan dijaga ketat oleh para kerabatnya sampai kembali ke rumah panjang dengan diusung di atas Gong.
Terakhir dipersembahkan Tari Manasai, sebagai rangkaian penutup pertunjukan, Duta kesenian asal Borneo ini mengajak penonton yang hadir untuk Manasai atau menari bersama di atas panggung.
Winda Natalia selaku Koordinator KSBN mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan kesempatan tampil pertamakalinya di panggung Pesta Kesenian Bali.
”Terima kasih kita diberikan kesempatan tampil di panggung PKB ini,” kata Natalia.
Baca juga:
PKB XLVI">150 Seniman Sanggar Asti Pradnyaswari Terlibat pada Penampilan 'Melukat' di PKB XLVI
Pada intinya ia berharap kegiatan kesenian Suku Dayak Katingan lebih dikenal lagi di Bali bahkan internasional. Ada sajian tari Bawi Kuwu yang menyajikan proses Pingitan terhadap anak gadis saat menginjak dewasa.
Natalia berharap hadirnya di panggung PKB ini kedepan baik kesenian Bali maupun kesenian Dayak bisa terus menembus panggung internasional.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1620 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun