Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Tak Dapat Siswa Baru, SDN Belimbingsari Jembrana Terancam Tutup
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
SDN Belimbingsari di Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, terancam tutup karena tidak mendapatkan siswa baru pada tahun ajaran 2024/2025. Hingga Selasa, (9/07/2024) belum ada siswa yang mendaftar di sekolah ini, dan jumlah siswa saat ini hanya tercatat sebanyak 11 orang.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, mengatakan, jika tahun ajaran baru ini sekolah tersebut tak menerima siswa, jumlah secara keseluruhan sebanyak 11 orang.
"Sampai saat ini belum ada yang mendaftar dan potensi yang mendaftar juga belum ada. Tapi, kita masih tetap akan menunggu sampai hari sekolah tiba," kata Anom Saputra saat dikonfirmasi, Selasa 9 Juli 2024.
Anom Saputra melanjutkan, jika tidak ada siswa tahun ini, praktis ruangan kelas 1 dan kelas 2 di SDN Belimbingsari tersebut bakal kosong. Kemudian ada keinginan masyarakat atau orang tua yang hendak memindahkan anaknya ke sekolah terdekat, yakni SDN 7 Melaya.
"Ketika nanti sudah fix, kita akan proses untuk regrouping. Kita akan evaluasi dulu untuk memastikan ada atau tidaknya siswa," tegasnya.
Dia juga menyebutkan, pelaksanaan regrouping kemungkinan besar dilakukan. Sebab, ketika jumlah siswa yang sangat minim, praktis dana BOS yang diterima juga sedikit sehingga berdampak ke operasional sekolah.
"Tetapi satu sisi kami juga serahkan ke orang tua. Masih menunggu dulu kajiannya seperti apa nantinya," tandasnya.
Ketika sudah fix, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana segera mengusulkan regrouping.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 849 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 276 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun