Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
5 Posisi Bercinta Yang Nyaman Setelah Menopause
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebagian wanita merasa seks setelah menopause tidak senikmat dulu. Agar tetap nyaman, berikut rekomendasi posisi seks yang bisa dicoba.
Tak bisa dimungkiri, ranjang terasa berbeda saat usia semakin tua. Pada wanita khususnya, menopause sangat berpengaruh pada kenikmatan seks. Hormon estrogen turun drastis sehingga membawa beberapa dampak.
Melansir dari WebMD, wanita umumnya merasa vagina kering, gairah seksual tak terlalu terasa, dan ada perubahan mood.
Posisi seks setelah menopause
Seks teratur jadi jawaban untuk tetap menjaga kesehatan reproduksi setelah menopause. Bercinta membantu meningkatkan aliran darah sehingga otot vagina tetap elastis.
Agar seks tetap nyaman, berikut rekomendasi posisi seks setelah menopause.
1. Cukup duduk 'di atas'
Beberapa wanita pascamenopause mengeluhkan nyeri jauh di dalam vagina dekat leher rahim saat bercinta. Oleh karenanya, ambil posisi duduk di atas pasangan untuk tetap menjaga penetrasi tetap nyaman.
Kalau pun tanpa penetrasi, cukup menggesekkan panggul ke pasangan dalam posisi ini juga menyenangkan.
2. Doggy style
Posisi doggy style tetap memungkinkan meski sudah menopause. Posisi ini membuka peluang rangsangan terhadap klitoris selama bercinta.
Doggy style perlu kekuatan lengan lebih. Namun, Anda bisa menggunakan bantal di bawah perut atau berpegangan pada punggung sofa untuk menopang badan.
3. Misionaris dengan modifikasi
Jika kekeringan dan nyeri pada vagina menjadi perhatian utama, coba posisi misionaris dengan sedikit modifikasi.
Coba berbaring terlentang dengan satu atau dua bantal di bawah punggung bawah. Bantal akan mengangkat panggul sehingga mempermudah penetrasi. Pelumas akan membantu vagina terhindar dari kekeringan dan mengurangi nyeri.
4. Berbaring miring
Berbaring miring biasanya dilakukan saat posisi spooning di mana Anda membelakangi pasangan. Namun, di sini Anda bisa berbaring miring berhadapan dengan pasangan.
Posisi ini memungkinkan Anda mengontrol seberapa dalam pasangan bisa bergerak dan terhindar dari nyeri vagina.
5. Berdiri
Seperti doggy style, standing atau berdiri memungkinkan penetrasi dari belakang. Anda cukup mencari sokongan dari sofa, dinding atau meja agar tubuh stabil.
Jangan lupa salah satu dari Anda perlu merangsang klitoris agar bercinta mencapai 'puncaknya'. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan