Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
5 Posisi Bercinta Yang Nyaman Setelah Menopause
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebagian wanita merasa seks setelah menopause tidak senikmat dulu. Agar tetap nyaman, berikut rekomendasi posisi seks yang bisa dicoba.
Tak bisa dimungkiri, ranjang terasa berbeda saat usia semakin tua. Pada wanita khususnya, menopause sangat berpengaruh pada kenikmatan seks. Hormon estrogen turun drastis sehingga membawa beberapa dampak.
Melansir dari WebMD, wanita umumnya merasa vagina kering, gairah seksual tak terlalu terasa, dan ada perubahan mood.
Posisi seks setelah menopause
Seks teratur jadi jawaban untuk tetap menjaga kesehatan reproduksi setelah menopause. Bercinta membantu meningkatkan aliran darah sehingga otot vagina tetap elastis.
Agar seks tetap nyaman, berikut rekomendasi posisi seks setelah menopause.
1. Cukup duduk 'di atas'
Beberapa wanita pascamenopause mengeluhkan nyeri jauh di dalam vagina dekat leher rahim saat bercinta. Oleh karenanya, ambil posisi duduk di atas pasangan untuk tetap menjaga penetrasi tetap nyaman.
Kalau pun tanpa penetrasi, cukup menggesekkan panggul ke pasangan dalam posisi ini juga menyenangkan.
2. Doggy style
Posisi doggy style tetap memungkinkan meski sudah menopause. Posisi ini membuka peluang rangsangan terhadap klitoris selama bercinta.
Doggy style perlu kekuatan lengan lebih. Namun, Anda bisa menggunakan bantal di bawah perut atau berpegangan pada punggung sofa untuk menopang badan.
3. Misionaris dengan modifikasi
Jika kekeringan dan nyeri pada vagina menjadi perhatian utama, coba posisi misionaris dengan sedikit modifikasi.
Coba berbaring terlentang dengan satu atau dua bantal di bawah punggung bawah. Bantal akan mengangkat panggul sehingga mempermudah penetrasi. Pelumas akan membantu vagina terhindar dari kekeringan dan mengurangi nyeri.
4. Berbaring miring
Berbaring miring biasanya dilakukan saat posisi spooning di mana Anda membelakangi pasangan. Namun, di sini Anda bisa berbaring miring berhadapan dengan pasangan.
Posisi ini memungkinkan Anda mengontrol seberapa dalam pasangan bisa bergerak dan terhindar dari nyeri vagina.
5. Berdiri
Seperti doggy style, standing atau berdiri memungkinkan penetrasi dari belakang. Anda cukup mencari sokongan dari sofa, dinding atau meja agar tubuh stabil.
Jangan lupa salah satu dari Anda perlu merangsang klitoris agar bercinta mencapai 'puncaknya'. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun