Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Markas Pasukan AS di Irak Diroket Saat Iran Siap-Siap Serang Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pangkalan Irak yang menampung pasukan Amerika Serikat diserang hujanan roket pada Senin (5/8) malam waktu setempat.
Insiden ini terjadi beberapa hari setelah kala Iran berencana melancarkan serangan ke Israel, sekutu AS, dalam waktu dekat sebagai balasan atas pembunuhan bos Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran.
Serangan roket ini juga terjadi beberapa hari setelah Amerika melancarkan serangan hingga menewaskan empat pejuang Irak pro-Iran.
"Roket diluncurkan ke pangkalan Ain al-Assad di Provinsi Anbar," kata sumber militer Irak kepada AFP
"Beberapa roket jatuh di dalam pangkalan, sementara itu satu roket lainnya mendarat di desa terdekat tanpa menyebabkan kerusakan apa pun," ucap sumber tersebut menambahkan.
Seorang komandan dalam kelompok bersenjata pro-Iran mengatakan kepada AFP bahwa sedikitnya "dua roket menargetkan" pangkalan Irak tersebut. Meski begitu, komandan itu tak mengatakan siapa yang melakukan serangan tersebut.
Dikutip Reuters, tiga pejabat AS mengatakan setidaknya beberapa personel Negeri Paman Sam terluka dalam serangan itu.
Militer AS memiliki sekitar 2.500 tentara di Irak dan 900 di Suriah.
Serangan roket terbaru ini terjadi saat ketegangan Iran dan Israel terus meningkat menyusul pembunuhan bos Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran.
Iran dan Hamas meyakini serangan itu dilancarkan Israe sehingga keduanya kompak bertekad akan melancarkan balasan lebih kejam.
Amerika Serikat meyakini Iran akan menyerang Israel hari ini dalam waktu 24 hingga 48 jam sebagai balasan kematian bos Hamas Ismail Haniyeh.
Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken menyampaikan dugaan itu ke negara-negara kelompok 7 (G7) melalui video konferensi, Minggu (4/8).
"Serangan oleh Iran dan Hizbullah terhadap Israel bisa dimulai paling cepat pada hari Senin [5/8]," demikian laporan Axios, mengutip tiga sumber.
Dalam video konferensi itu, menurut para sumber, Blinken mengatakan AS yakin serangan Iran tak bisa dihindari usai komandan top Hizbullah tewas di Beirut dan Haniyeh di Teheran.
Namun, Blinken tak yakin serangan dan skala seperti apa yang bakal dimainkan Iran.
Blinken lalu mengatakan mereka perlu melakukan tekanan diplomatik ke Iran dan mencegah dampak serangan sekecil mungkin. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan