Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Dalang Kebakaran di Pembangkit Nuklir
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Dalang Kebakaran di Pembangkit Nuklir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia dan Ukraina pada Minggu (11/8) saling menuduh dalang kebakaran di area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia. Ukraina meminta warganya tetap tenang dan menyatakan tak ada tanda-tanda peningkatan radiasi.
Pengawas nuklir Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berada di fasilitas dengan enam reaktor itu mengatakan para ahlinya melihat asap hitam pekat yang keluar dari arera utara PLTN Zaporizhzhia setelah beberapa ledakan. Lokasi fasilitas ini berada di selatan Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuduh Rusia menyalakan api yang menurut dia terlihat dari Nikopol, kota menghadap ke PLTN yang dikuasai Ukraina.
Evgeny Balitsky, pejabat Rusia yang ditempatkan di itu, menuduh pasukan Ukraina menyebabkan kebakaran dengan menembaki kota Enerhodar di dekatnya yang, seperti PLTN itu, direbut Rusia setelah invasinya pada Februari 2022.
Yevhen Yevtushenko, pejabat Ukraina setempat di Nikopol mengatakan ada informasi "tidak resmi" bahwa pasukan Rusia telah membakar sejumlah besar ban mobil di menara pendingin.
Zelensky merilis video buram yang memperlihatkan asap hitam yang diduga keluar dari menara pendingin.
"Saat ini, indikator radiasi normal. Namun selama teroris Rusia mempertahankan kendali atas pembangkit nuklir, situasinya tidak dan tidak akan normal," kata Zelensky diberitakan Reuters.
Sementara IAEA mengatakan tak ada laporan dampak terhadap keselamatan nuklir di lokasi tersebut.
"Tim diberi tahu (oleh pihak PLTN) tentang dugaan serangan pesawat nirawak hari ini di salah satu menara pendingin yang terletak di lokasi tersebut," tulis IAEA di X.
Pejabat Rusia mengatakan petugas darurat telah mengendalikan api dan tak ada ancaman penyebaran lebih jauh.
"Kebakaran tidak memengaruhi pengoperasian stasiun," katanya.
Enam reaktor PLTN Zaporizhzhia yang terletak di garis depan perang di Ukraina tak beroperasi, tetapi fasilitas ini bergantung pada sumber daya eksternal untuk menjaga bahan nukirnya tetap dingin dan mencegah kecelakaan dahsyat. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5500 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2315 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1127 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan