Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Junta Myanmar Minta Bantuan Internasional Hadapi Dampak Topan Yagi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala junta militer Myanmar membuat permintaan kepada dunia internasional yang jarang dilakukan sebelumnya. Permintaan itu terkait dengan dampak topan Yagi yang menerjang negara tersebut beberapa hari lalu.
Diberitakan AFP pada Sabtu (14/9), Kepala Junta Militer Myanmar, Min Aung Hlaing mengatakan permohonan tersebut melalui surat kabar lokal, Global New Light of Myanmar.
"Pejabat dari pemerintah perlu menghubungi negara-negara asing untuk menerima bantuan penyelamatan dan pemulihan yang akan diberikan untuk para korban," kata Min.
"Penting untuk mengelola tindakan penyelamatan, pemulihan, dan rehabilitasi secepat mungkin," katanya.
Permintaan ini datang setelah sebelumnya pemerintah militer Myanmar memblokir dan menggagalkan bantuan kemanusiaan dari luar negeri terkait bencana alam tersebut.
AFP menyebut pihak junta militer tahun lalu menangguhkan izin perjalanan kelompok bantuan yang berusaha menjangkau sekitar satu juta korban siklon Mocha yang menerjang dengan dahsyat di wilayah barat Myanmar.
Kala itu, tindakan tersebut bahkan membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan kecaman dan menyebut keputusan junta sebagai "tidak masuk akal".
Terkait permintaan junta terbaru, AFP menyebut sudah meminta tanggapan dari juru bicara PBB untuk Myanmar.
Topan Yagi yang menerjang Myanmar, Vietnam, Laos, dan Thailand menyebabkan banjir dan tanah longsor, serta menelan hampir 300 korban jiwa.
Sementara itu di Myanmar, lebih dari 235 ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banjir tersebut dan menambah kesengsaraan rakyat setelah kudeta militer pada 2021.
AFP menyebut, penduduk di Taungoo yang berjarak satu jam di sisi selatan Naypyidaw harus mendayung rakit darurat akibat banjir menenggelamkan rumah mereka hingga setinggi atap.
Sekitar 300 orang berlindung di sebuah biara di dataran yang lebih tinggi di desa tersebut. Sementara itu, seorang biarawati Buddha juga berusaha menyelamatkan hewan-hewan dari banjir.
"Kami dikelilingi oleh air dan kami tidak memiliki cukup makanan untuk semua orang," kata seorang penduduk. "Kami membutuhkan makanan, air, dan obat-obatan sebagai prioritas." (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3360 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1173 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 799 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan