Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Banjir Landa Jepang Usai Hujan Hebat, 44 Ribu Orang Dievakuasi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Jepang memerintahkan evakuasi puluhan ribu warga wilayah Ishikawa pada Sabtu (21/9) setelah hujan besar "yang belum pernah terjadi sebelumnya" memicu banjir dan tanah longsor di kawasan tersebut.
Menteri Pertanahan Jepang, Masaru Kojima, menyebut puluhan sungai di wilayah tersebut meluap hingga pukul 11.00 waktu setempat karena hujan lebat tersebut.
Sejumlah kota seperti Wajima, Suzu, dan Noto, memerintahkan sekitar 44.700 penduduk untuk mengungsi.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan telah mengeluarkan peringatan tingkat tertinggi untuk Ishikawa yang memperingatkan adanya "situasi yang mengancam jiwa".
Menurut prakirawan JMA, Satoshi Sugimoto, daerah yang berada di bawah peringatan tersebut mengalami "hujan lebat dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya".
"Ini adalah situasi di mana Anda harus segera mengamankan keselamatan Anda," kata Sugimoto.
Pemerintah Ishikawa mengatakan setidaknya satu orang hilang di Wajima, sementara banyak bangunan terendam banjir, dan tanah longsor yang menutup sebagian jalan raya.
Media publik Jepang, NHK pun menayangkan sejumlah video yang menunjukkan seluruh jalan di Wajima terendam banjir.
Seorang pejabat setempat mengatakan kepada AFP ada tiga sungai di Ishikawa yang meluap dan menyebabkan banjir ke kawasan pemukiman masyarakat.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang menyebut hingga saat ini setidaknya satu rumah tertimbun tanah longsor, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Badan tersebut juga mengatakan sebanyak 16 ribu penduduk di prefektur Niigata dan Yamagata di sebelah utara Ishikawa juga diminta untuk mengungsi.
Kota Wajima dan Suzu yang terletak di semenanjung Noto di bagian tengah Jepang termasuk di antara daerah yang paling parah dilanda gempa besar pada tahun baru dan menewaskan setidaknya 236 orang.
Wilayah tersebut juga masih diguncang gempa magnitudo 7,5 yang merobohkan bangunan, merusak jalan, dan memicu kebakaran besar.
AFP menyebut Jepang mengalami curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya di sejumlah bagian negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir dan berbuah banjir dan tanah longsor, yang terkadang menimbulkan korban jiwa. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2923 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1087 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 483 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun