Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rusia Disebut Mau Serang Fasilitas Nuklir, Ukraina Waspada
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha mengungkap Rusia berencana menyerang sejumlah fasilitas nuklir mereka sebelum musim dingin. Ukraina mendesak agar PBB dan sekutunya segera membentuk pemantauan permanen di pembangkit nuklir mereka.
"Menurut intelijen Ukraina, Kremlin sedang mempersiapkan serangan terhadap objek-objek penting energi nuklir Ukraina sebelum musim dingin," tulis Menteri Luar Negeri Andriy Sybiha di X, mengutip Reuters, Sabtu (21/9).
"Secara khusus, ini menyangkut perangkat distribusi terbuka di [pembangkit listrik tenaga nuklir dan] gardu transmisi, yang sangat penting untuk pengoperasian energi nuklir yang aman," lanjut dia.
Sybiha tidak menjelaskan lebih lanjut mengapa pihaknya meyakini Rusia saat ini tengah menyiapkan serangan ke fasilitas-fasilitas nuklir Ukraina.
Sampai saat ini juga belum ada komentar resmi dari pihak Rusia. Badan Energi Atom Internasional (IAEA), lembaga pengawas nuklir PBB, juga belum memberikan komentar terkait hal ini.
Kepala staf presiden Ukraina, Andriy Yermak, menyerukan agar global segera bertindak terhadap ancaman serangan ke fasilitas nuklir.
"Ini adalah skenario bencana nuklir yang mungkin terjadi. Rusia adalah teroris," tulisnya di Telegram.
"Mereka harus dihentikan. Negara-negara Barat dan Selatan Global harus bereaksi keras terhadap persiapan teror," lanjut dia.
Rusia sebelumnya telah melancarkan serangan udara di jaringan listrik Ukraina sejak musim gugur 2022.
Serangan ini telah merusak atau menghancurkan sebagian besar kapasitas pembangkit listrik termal Ukraina dan juga menghantam bendungan, tetapi belum mengenai fasilitas nuklir yang dikuasai Ukraina.
Ukraina sebelumnya menuduh Rusia melakukan percobaan perampasan fasilitas nuklir setelah pasukannya menduduki pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, pada bulan Maret 2022.
Namun demikian, pihak Rusia membantah tuduhan tersebut.
Kedua belah pihak sering menuduh satu sama lain menembaki daerah di sebelah PLTN, yang beberapa kali memutus kabel listrik ke PLTN, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pemadaman listrik yang dapat menyebabkan kecelakaan nuklir.
Kepala IAEA Rafael Grossi telah mengunjungi Ukraina dan Rusia beberapa kali selama perang dan mendesak kedua belah pihak untuk tidak saling menyerang di dekat fasilitas nuklir.
"Saya rasa selalu ada risiko ketika ada kemungkinan serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir," katanya dalam sebuah kunjungan ke Kiev pada awal September. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan