Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Muslim Sunni Bela Khamenei Serang Israel: Kelegaan Bagi Palestina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para pemimpin masyarakat Muslim Sunni Iran menyampaikan dukungan mereka usai militer meluncurkan ratusan rudal ke Israel pada pekan lalu.
Dukungan itu tertuang dalam surat yang ditujukan ke Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei pada Senin (7/10).
"Ribuan ulama Sunni dari seluruh negeri mengatakan bahwa operasi rudal Iran minggu lalu terhadap rezim Israel merupakan kelegaan bagi penduduk yang tak berdaya di Palestina dan orang-orang yang mencari kebebasan di dunia," demikian surat kelompok Sunni dalam laporan IRNA.
Mayoritas umat Muslim Iran beraliran Syiah. Dalam beberapa hal ajaran Syiah dan Sunni berbeda dan mereka kerap bersitegang.
Mereka mengatakan serangan Iran memberi momentum baru bagi perlawanan yang sedang berlangsung terhadap rezim Israel.
Kelompok Sunni ini menyebut Israel sebagai "keturunan tak sah dari imperialisme global."
Mereka juga menegaskan kembali bahwa komunitas Sunni di Iran akan tetap berkomitmen pada tujuan dan cita-cita Revolusi Islam.
Ulama Sunni Iran juga memuji khotbah Khamenei sebagai sesuatu yang mencerahkan dan sangat mengecewakan musuh pada 4 Oktober.
Saat Khotbah, Khamenei menyebut Israel tak akan bertahan lama.
Dia juga meminta umat Islam bersatu menghadapi Israel.
Surat Sunni itu muncul usai Iran meluncurkan 200 rudal ke Israel pada 1 Oktober.
Serangan tersebut sebagai balasan atas kematian pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan komandan IRGC Abbas Nilforooshan dalam operasi Israel.
Militer Israel mengklaim 90 persen rudal mereka mengenai sasaran Israel termasuk Iron Dome dan pangkalan militer. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun