Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 26 Juni 2026
Plt Bupati Karangasem Buka Rapat Koordinasi Teknis GIAHS di Bukit Sorga
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Plt Bupati Karangasem, Dr. I Wayan Artha Dipa, SH.MH., membuka acara Rapat Koordinasi Teknis Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS) di Bukit Sorga, Br. Dinas Tanah Ampo, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Jumat, (11/10/2024).
Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh perwakilan dari FAO Indonesia dan Timor Leste, serta pejabat dari Kementerian Pertanian, Bappenas, dan Kemenko PMK.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Artha Dipa menyampaikan rasa syukur atas penetapan salak dari Desa Sibetan sebagai warisan sistem pertanian dunia oleh FAO.
Baca juga:
Agroforestri Salak Sibetan Ditetapkan Sebagai Situs Sistem Warisan Pertanian Penting Global
"Salak merupakan komoditas unggulan Kabupaten Karangasem dengan luas lahan mencapai 4.188 hektar dan produksi 240.608 kuintal per tahun. Penetapan ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita untuk melestarikan dan mempertahankan kualitasnya," ungkap Artha Dipa.
Ia juga menyoroti peran penting sektor pertanian dalam mendukung perekonomian daerah. Menurut data BPS, 41% penduduk Karangasem bergantung pada sektor pertanian. Plt Bupati menekankan pentingnya langkah konkrit dari berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung keberlanjutan sistem pertanian GIAHS, terutama di tengah tantangan modern seperti alih fungsi lahan dan regenerasi petani muda.
Pada kesempatan ini, Artha Dipa juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan FAO yang telah memberikan dukungan serta pendampingan kepada petani salak di Desa Adat Sibetan.
Baca juga:
Sistem Agroforestri Budidaya Salak di Karangasem Masuk Daftar Warisan Pertanian Dunia dari FAO
“Fasilitasi ini sangat membantu kami dalam menjaga kelestarian komoditas salak, sehingga dapat terus bersaing di pasar global dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.
Acara ini dihadiri pula oleh berbagai pejabat dari Kementerian Pertanian, Bappenas, Kementerian Luar Negeri, serta dinas terkait di tingkat Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem. Koordinasi teknis ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun rencana aksi untuk pengembangan dan keberlanjutan situs GIAHS di Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Karangasem
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun